Niat Cari Adik malah Babak Belur Dihajar

Mal/Gol/JDP/J-4
22/8/2015 00:00
Niat Cari Adik malah Babak Belur Dihajar
(MI/GALIH PRADIPTA)
KEGUSARAN Eko Prasetyo, 22, berubah menjadi panik saat insiden bentrok warga dengan petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi, dan TNI makin mencekam.

Eko mencemaskan adik laki-lakinya, Ahmad Rifai, 8, yang duduk di Kelas 2 SDN 01 Balimester, yang terletak di Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur, karena lokasi bentrok itu merupakan jalan yang harus dilintasi sang adik setiap pulang sekolah.

Dengan gelagapan, ia keluar dari rumahnya di gang Banten 8 RT 04/05 Balimester, Jatinegara. Namun, baru sampai di mulut gang, suasana sudah kacau.

Petugas Satpol PP tengah mencari pelaku bentrokan di gang rumahnya yang memang bersebrangan dengan permukiman Kampung Pulo di Jalan Jatinegara Barat.

Namun nahas, tanpa pikir panjang, petugas langsung menarik Eko yang terlihat di depan gang.

Pukulan demi pukulan bertubi-tubi mendarat di tubuhnya.

Mulai dari bogem mentah, pentungan, dan bambu berganti-ganti menghajar Eko.

Kakek Sahili, 65, tetangga Eko melihat pemuda yang sudah tak berdaya itu diseret petugas dan masih juga dipukuli.

"Dia mau nutup pintu gang bantu kakek supaya petugas tidak masuk ke gang. Takut salah sasaran. Cuma saat kakek ambil penghalang untuk menutup pintu, Eko sudah diseret keluar oleh petugas. Dipukul habis-habisan," ujarnya.

Dalam keadaan babak belur, bukan dibawa ke rumah sakit, Eko malah dibawa ke Mapolres Jakarta Timur untuk diperiksa karena diduga menjadi provokator bentrok bersama 26 orang lainnya yang ditangkap.

Ayah Eko, Sujino, yang mendapat kabar anak keduanya itu ditangkap polisi, segera menyusul.

Sujino lemas melihat Eko yang tak berdaya tergeletak di lantai, masih berlumur darah.

"Saya pikir kok anak saya kondisinya sudah kayak gini tidak dibawa ke rumah sakit. Dibiarkan saja."

Tanpa pikir panjang, ia langsung membawa anaknya ke Rumah Sakit Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, agar bisa segera mendapat perawatan. Eko sempat mengalami koma di rumah sakit.

"Saya pikir ya Allah, anak sebaik ini kok bisa.., ini namanya lagi apes."

Namun, kini kondisi Eko sudah mulai membaik.

Sujino berharap ada pertanggungjawaban atas salah tangkap itu.

Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadi mengatakan, pihaknya menyerahkan insiden itu ke kepolisian.

Sementara Kapolres Jakarta Timur Kombes Umar Faroq mengatakan, jika terbukti ada pelanggaran dalam insiden tersebut, pihaknya akan menindak sesuai aturan.

"Ini bukan salah tangkap, mungkin ada kesalahan prosedur dari oknum," tegasnya.

Di lain pihak, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana menuturkan akan bertanggung jawab jika terbukti ada pelanggaran.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya