Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
EMBUSAN angin di tengah cuaca terik kemarin siang membuat L, bocah empat tahun yang menjadi salah satu penghuni Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Kementerian Sosial di Bambu Apus, Jakarta Timur, terkantuk. Apalagi ia baru saja selesai menyantap makan siang yang disuapkan salah seorang staf RSPA di teras rumah.
Beberapa menit kemudian, gadis cilik itu masuk ke rumah dan naik ke tempat tidur. Tak butuh waktu lama, putri bungsu P dan R tersebut terlelap. Sehari sebelumnya, L juga menghabiskan siangnya dengan tidur nyenyak.
Sejak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Polres Jakarta Timur menitipkan L dan dua kakaknya, J, 13, dan S, 7, ke RPSA, ketiga bocah itu bisa terbebas dari pertengkaran kedua orangtua mereka. L sepanjang hari bisa menikmati suasana tenang di RPSA, demikian juga kedua kakaknya. Bahkan, J dan S bisa bersekolah dengan diantar- jemput petugas RPSA.
Sore hari saat L terbangun, kedua kakaknya yang duduk di bangku kelas 2 SMP dan kelas 1 SD sudah kembali dari sekolah. Ketiganya lantas bermain dengan riang di lapangan depan rumah yang mereka tempati sejak Sabtu (28/8) lalu itu, bersama teman-teman yang baru mereka kenal.
Entah sampai kapan ketiga bersaudara itu akan tinggal di RPSA dan terpisah dari orangtua mereka. Apalagi, P dan R, ayah dan ibu ketiga anak-anak tersebut, masih terus terlibat konflik. Mantan pasangan suami istri tersebut bahkan saling melaporkan ke polisi dengan tuduhan penganiayaan.
Konflik itu pula yang membuat KPAI mengambil keputusan menitipkan J, S, dan L ke RPSA. "Kami khawatir konflik orangtua menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak," kata Sekjen KPAI Erlinda.
Namun, sejak tinggal di RPSA, ketiga bocah terlihat gembira. "Selama di sini mereka sangat ceria. Staf kami selalu mengajak mereka mengobrol dan bermain. Tujuannya agar J dan adik-adiknya tidak terpengaruh oleh konflik orangtua mereka," kata Kepala RPSA Neneng Heryani.
Padahal, saat baru tiba, kepada staf RPSA yang menjaga mereka, ketiganya menceritakan permasalahan yang dihadapi orangtua dan membuat mereka terbebani. Namun, setelah dinasihati, lambat laun mereka berubah menjadi anak-anak ceria.
"Intinya, mereka diberi pemahaman agar tidak usah gelisah. Mereka masih bisa melanjutkan hidup dan konflik yang terjadi pada orangtua bukan masalah mereka," ujarnya.
Meski demikian, di tengah suasana sehari-hari yang lebih baik daripada saat mereka berada di rumah di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, ketiga bocah itu tetap merindukan orangtua mereka.
Oleh karena itu, menurut Neneng, ia telah membuatkan jadwal kunjungan untuk P dan R agar bisa menjenguk ketiga buah hati mereka.
Kepala Polres Jakarta Timur Kombes Agung mengatakan berkas kasus P dan R sudah selesai dan segera ditindaklanjuti kejaksaan. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved