CPNS Diuji di Tempat Pelayanan

MI
19/8/2015 00:00
CPNS Diuji di Tempat Pelayanan
()
GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengukuhkan ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2015. Sebagian besar CPNS itu akan ditempatkan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai masa orientasi.

"Ini masih CPNS. Kami akan uji di PTSP karena ke depan semua kunci ada di PTSP," kata gubernur yang akrab disapa Ahok itu, kemarin.

Ahok mengingatkan para CPNS tersebut agar tidak bersenang hati dulu setelah mendapatkan gelar CPNS karena kinerja mereka akan dilihat selama satu hingga dua tahun di PTSP. Jika kinerja mereka tidak maksimal, status sebagai CPNS akan dicabut.

"Dulu CPNS pasti jadi PNS, sekarang nanti dulu. Kalau kelakuan ngaco kami pecat. Sekarang Jakarta sudah berubah. Dulu jadi PNS pasti bersyukur, pesta. Nanti dulu pestanya!" ungkap Ahok.

Dia mencontohkan telah banyak pejabat yang distafkan lantaran dianggap kurang maksimal kinerjanya. Pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov DKI saat ini seperti permainan ular tangga.

"Sekarang kayak ular tangga, bisa turun lagi jabatannya. PNS kayak gitu sekarang. Eselon II bisa jadi staf, atau loncat dari staf jadi eselon III atau eselon IV. Sistem ini dalam rangka melayani masyarakat dengan baik," ujarnya.

Antisuap
Ahok juga mengingatkan para CPNS agar tidak mau menerima suap. Jika terbukti ada yang menerimanya, pihaknya tidak akan segan-segan untuk memecat.

"Saya harap CPNS tidak terima suap, tidak berpihak pada kelompok ras, golongan, dan taat aturan, kecuali kebijakan khusus," kata dia.

Ahok menambahkan, jika ingin memperkaya diri, jangan menjadi PNS DKI. Dia menyindir ada PNS DKI yang memiliki jam tangan seharga Rp1,8 miliar dari hasil suap.

"Saya lihat muka-muka CPNS ini lugu dan baik-baik, tapi biasanya saat jadi honorer rajin, pas diangkat berubah. Saya harap kalian tidak berubah. Kalau mau kaya jangan jadi PNS DKI," kata dia.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Agus Suradika mengatakan pada 2014 sebanyak 788 CPNS DKI yang diterima. Mereka terdiri atas 350 formasi pendidikan, 10 formasi kesehatan, 250 formasi teknis, 62 formasi administrasi, dan 116 formasi ekonomi.

Selain CPNS guru agama, tenaga pendidikan, perawat, apoteker, akan diarahkan menjadi pegawai Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI. "Totalnya 428 CPNS yang akan menjadi pegawai BPTSP," kata Agus. (Ssr/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya