Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMARIN (Rabu, 31/8), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso tak mampu lagi menyembunyikan kegeramannya kepada para produsen sekaligus bandar narkoba. Bola matanya yang sudah cukup besar itu kian membesar saat melihat para bandar berpenutup wajah itu dibariskan oleh penyidik.
Lima tersangka atas kasus 74,73 kilogram sabu dan 88.273 butir ekstasi tersebut dipakaikan topi kupluk seleher oleh penyidik, yang hanya menyisakan bagian mata yang terbuka.
"Buka itu, semuanya buka! Tolong penyidik tidak usah lagi ditutupi wajah mereka supaya masyarakat tahu, masyarakat melihat. Ini bukan praduga tak bersalah, Anda sudah nyata-nyata pelaku," kata Buwas, begitu ia biasa disapa, dengan nada tinggi.
Tak bisa dihindari, suasana pun menjadi tegang. Para tamu undangan yang menyaksikan rencana pemusnahan barang bukti narkoba itu ikut terdiam mendengar suara Buwas yang terus meninggi itu.
Para penyidik langsung membuka topi kupluk para tersangka. Dengan tangan terborgol, mereka semua tertunduk dan berupaya menutupi wajah dengan tangan mereka. Dua di antaranya perempuan paruh baya.
Semua kepala menoleh kepada tersangka yang berbaju oranye dan bersandal jepit itu.
"Ini sebenarnya total tersangka ada enam orang, tetapi satu tewas melompat dari lantai 3. Dia meninggal dengan sendirinya, minta diadili duluan di akhirat, enggak mau diadili dulu di penggadilan dunia," kata Buwas yang sontak langsung disambut derai tawa para tamu.
"Habis tegang semua, sih," sambung Buwas seraya mengembangkan senyumnya.
"Bisa bercanda juga, ya Pak Buwas ternyata," celetuk seorang tamu.
Seusai tawa tamu reda, mimik wajah Buwas kembali serius.
Jenderal berbintang tiga itu menegaskan kepada tamu bahwa pemusnahan barang bukti tersebut sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab BNN. Ia menyampaikan itu untuk menyindir 'nyanyian' Freddy Budiman yang memojokkan BNN.
"Pemusnahan ini akan kita saksikan semua, disaksikan tersangka juga. Jangan nanti bilang barang bukti ditukar, dijual kembali dan tidak dimusnahkan. Jangan seperti almarhum Freddy Budiman, mau dieksekusi mati dia baru cerita. Ini kami BNN komitmen," ujarnya.
Kegeraman Buwas kepada tersangka kasus narkoba, baik kepada kurir maupun bandar, saat pemusnahan barang bukti bukan kali pertama ini.
Pada November 2015 lalu, Buwas bahkan pernah meminta barang bukti tidak dimusnahkan di mesin incinerator (pemusnah), tetapi ditelan habis oleh para tersangka.
"Ini harusnya sabu jangan dimusnahkan di mesin penghancur. Musnahkannya, pelaku suruh telan saja nih sabunya. Telan tuh semuanya," ujar Buwas saat itu.
Meski itu tak sungguh-sungguh dilakukan, para tersangka tetap saja jadi gemetar melihat kesungguhan bicara Buwas tersebut. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved