Ahok Sebut Banjir Kemang karena Tembok Rumah Warga yang Jebol

Damar Iradat
28/8/2016 17:14
Ahok Sebut Banjir Kemang karena Tembok Rumah Warga yang Jebol
(ANTARA FOTO/Ali Qital)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah menemukan penyebab kawasan Kemang, Jakarta Selatan, terendam pada Sabtu (27/8). Banjir disebabkan jebolnya tembok rumah warga yang berbatasan langsung dengan Kali Krukut.

"Yang jebol bukannya brojongan dari Kali Krukut, tapi ada lima rumah orang yang dindingnya jebol," jelas pria yang akrab disapa Ahok itu di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Minggu (28/8).

Ahok menyatakan bakal meneliti penyebab jebolnya dinding lima rumah tersebut. Sebab, menurut Ahok, tidak mungkin jika secara alami luapan air Kali Krukut dapat membobol dinding begitu saja.

Menurut Ahok, banyak warga medirikan bangunan persis di pinggiran Kali Krukut. Ahok heran, bagaimana orang-orang bisa memperoleh sertifikat hak milik untuk membangun bangunan di sana.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menceritakan, zaman dahulu, di setiap pinggiran kali bisa memiliki lebar 10 hingga 20 meter. Namun, saat ini, pinggiran kali hanya mencapai tiga hingga lima meter.

"Jakarta kan yang tinggi daerah selatan, turun ke utara daerah laut. Kalau rob lagi pasang, airnya tinggal lewat. Kecuali kalau dia jebol, ada masuk ke kompleks rumah yang rendah," tutur Ahok.

Pada banjir yang melanda Kemang pada Sabtu (27/8), kata Ahok, pompa dimatikan karena tinggi air di Kali Krukut sudah sejajar dengan daratan. Menurutnya, ketinggian air saat itu mencapai 2,8 meter, menyebabkan pompa tidak berfungsi.

Pada Sabtu (27/8), hujan deras membuat banjir setinggi 1 meter merendam kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Banjir diduga karena tidak berfungsinya sistem drainase di kawasan tersebut. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya