Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BUAH tangan jemaah haji kepada kerabat tidak selalu buah kurma, kacang arab, dan parfum. Di Pusat Grosir Metro Tanah Abang atau Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pedagang dengan jeli menangkap peluang tersebut. Beragam jenis pakaian muslim dan muslimah dengan segala aksesorinya seperti kopiah haji, kerudung, kafayeh, dan gamis sudah mewarnai belasan kios yang menjual grosir maupun eceran di pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu. Meskipun toko yang menjual pakaian khusus ibadah haji dan umrah terbilang sedikit, tetapi toko-toko lainnya tak ingin ketinggalan dalam meraup keuntungan saat musim haji seperti sekarang. Misalnya, Leli, 40, pedagang di Blok B Tanah Abang ini biasanya hanya menjual baju muslim anak-anak.
Namun, saat musim haji, ia menambahkan jenis dagangannya dengan produk beragam gamis dari ukuran anak balita hingga model untuk kaum manula. Sudah sejak lepas Idul Fitri lalu ia mulai menambah jenis dagangannya, khususnya yang terkait dengan momen ibadah haji, baik untuk oleh-oleh maupun perlengkapan untuk jemaah haji di Tanah Suci. Keuntungannya bisa mencapai belasan juta rupiah per hari. "Bisa belasanlah. Tergantung hari. Kalau Sabtu-Minggu bisa dapat Rp20 juta," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (24/8). Delia, 21, salah satu pegawai di kios DL Busana Muslim di Blok B Tanah Abang pun mengakui ramainya pembeli yang datang.
Kios yang ia jaga bersama dua rekannya itu khusus menjual berbagai macam baju dan perlengkapan yang dibutuhkan selama berada di Arab Saudi. Tak hanya baju-baju gamis berwarna putih baik untuk perempuan maupun laki-laki, sandal, masker, dan topi haji pun laris manis. "Paling laku baju gamis sama baju koko yang model Pakistan dengan atasan yang panjangnya selutut dan punya kancing dua sampai tiga buah di bagian dada. Sama sandal," kata Delia.
Sudah sejak sebelum bulan suci Ramadhan, pemilik kios mendatangkan stok barang dari berbagai daerah seperti Sumatra dan Jawa. Sebabnya, permintaan akan mencapai puncaknya sekitar dua pekan sebelum puncak ibadah haji. "Karena yang hajinya plus kan berangkatnya belakangan. Nah, mereka itu yang suka borong banyak," ungkapnya. Omzet tokonya yang pada hari biasa yang hanya mencapai jutaan bisa melesat hingga puluhan juta saat musim haji.
Salah satu pembeli, Sukria, 55, dari Kota Bogor mengatakan sangat memerlukan pernak-pernik untuk persiapan ibadah haji. Tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk oleh-oleh kerabatnya saat ia tiba lagi di Indonesia. Wirausaha bengkel ini pun rela membeli berbagai macam barang atas saran agen perjalanannya. Ia menyebut tak menghabiskan banyak dana untuk berbelanja karena sudah mempersiapkan sejak jauh hari ketika diumumkan akan berangkat tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved