Waspadai Zamzam Palsu

(Beo/Nic/J-3)
26/8/2016 01:15
Waspadai Zamzam Palsu
(MI/RAMDANI)

KUOTA zamzam yang boleh dibawa jemaah haji ialah tidak lebih dari 5 liter. Hal itu menjadi peluang bisnis bagi pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di sana tersedia zamzam dengan berbagai ukuran, seperti 10 liter, 5 liter, 1 liter, 300 ml, dan 100 ml. Iwan, salah satu pedagang kaki lima yang menjual perlengkapan dan oleh-oleh haji, mengatakan harga 10 liter zamzam ialah Rp900 ribu dan 5 liter zamzam ialah Rp500 ribu. Per liternya, zamzam dihargai Rp120 ribu, sedangkan 300 ml dihargai Rp45 ribu dan 100 ml Rp15 ribu.

"Kami dapat dari pramugari yang pulang dari Arab Saudi. Dia punya stok. Dia biasanya jual yang 5 liter. Harga dari dia, saya tidak tahu. Saya hanya jaga kios. Biasanya bos saya yang beli dari pramugari itu," jelas Iwan kepada Media Indonesia, Rabu (24/8).

Penjual zamzam lainnya juga mengatakan hal yang sama dengan Iwan mengenai asal dagangan itu. Paling-paling yang berbeda ialah harga jual. Jika lebih murah, bedanya hanya sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk yang 5 liter dan 10 liter. Iwan yakin zamzam yang dijualnya dan pedagang yang lain ialah asli. Jaminan itu bisa dilihat dari kemasan yang ada di kotak yang memiliki segel bagasi yang dikeluarkan maskapai. Namun, kotak itu hanya diperuntukkan kemasan 5 liter.

"Kalau yang 1 liter dan ukuran botol, kami masukkan air dari galon 5 liter. Namun, kami jamin asli karena awalnya dari 5 liter itu. Untuk rasa juga berbeda, kalau zamzam asli seperti tidak ada rasanya, beda dengan air mineral merek lokal," jelas Deni, penjaga Toko Amanah.

Suprianto, pemilik Toko Amanah, mengatakan keaslian zamzam bisa dicek dari kadarnya. "Kami punya alat seperti pena dan nanti dicelupkan. Kalau angka derajatnya hanya 100, berarti palsu. Derajat yang asli bisa mencapai 400 lebih," terangnya.

Selain itu, Suprianto mengimbau masyarakat untuk waspada jika membeli zamzam di pedagang kaki lima, khususnya jika yang dijual ialah kemasan jeriken dan botol. "Yang datang dari Arab Saudi kan yang galon, jadi kalo jeriken takutnya palsu. Saya juga jual jeriken, tapi airnya dari kemasan galon. Hanya, toko saya bukan kaki lima. Kalau ada apa-apa, bisa datang lagi ke sini," ujarnya. Munif, pedagang lain meyakinkan pembeli bahwa zamzamnya asli dengan menunjukkan boarding pass dari Arab.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya