Murid Jadi Korban Kerusakan Kelas

(DA/J-1)
13/8/2015 00:00
Murid Jadi Korban Kerusakan Kelas
(Deny Aryanto)
SUDAH dua pekan murid SMPN 159 Tambora, Jakarta Barat, mesti bergiliran melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala dan ruang perpustakan sekolah. Kondisi demikian disebabkan tidak mencukupinya kelas untuk menampung jumlah murid. Kepala Sekolah SMPN 159 Tambora Abdul Rivai mengutarakan dari segi kelaikan, kondisi sekolah sudah tidak memenuhi karena ditemukan kerusakan di sejumlah ruang kelas.

Untuk itu, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan rehabilitasi total. "Bukan cuma (sekolah) sudah rusak, melainkan juga kelasnya kurang. Jadi, bangunan sudah layak direhab total. Di sini ada 16 rombel (rombongan belajar)," ujar Rivai, kemarin. Jumlah murid di SMPN 159 terdata ada 575 dengan pengaturan kelas VII lima rombel, kelas VIII enam rombel, dan kelas VIII lima rombel.

Dari kebutuhan itu, jumlah lokal kelas aktif cuma ada sembilan ruangan. "Jadi, selain sembilan ruang KBM aktif, kita manfaatkan ruang lain yang ada, seperti ruang lab, praktik IPA, Pramuka, ruang perlengkapan olahraga, musala, perpustakaan, lapangan, dan ruang komputer. Maksudnya, belajar di lapangan, murid melakukan aktivitas olahraga, tentunya tetap didampingi pengajar," jelasnya.

Gedung sekolah, sambungnya, terakhir mengalami renovasi pada 2003. Pengajuan surat permohonan rehabilitasi gedung sekolah sudah dilayangkan ke pihak Dinas Pendidikan DKI sebanyak enam kali, yakni pada 2006, 2009, 2011, 2013, dan dua kali di 2014. Namun, tak juga kunjung mendapat jawaban. "Dari dinas sudah datang, tapi belum juga ada jawaban positif. Saya menyayangkan di Jakarta masih ada sekolah seperti ini," keluhnya.

Hanya belajar pagi
Sebelumnya, jadwal belajar dibagi dalam dua waktu, pagi dan siang hari. Baru pada ajaran tahun ini, seluruh kelas digabung menjadi pagi hari. Akibatnya, jumlah ruang kelas tidak dapat menampung total murid. Pihak sekolah beralasan, kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan efektivitas.

"Saya baru dua tahun di sini. Tahun pertama, saya melihat semangat belajar siswa yang masuk siang rendah. Makanya, digabung menjadi pagi. Belum lagi kasihan guru-guru yang rumahnya jauh, seperti di Tangerang, Depok, dan Bekasi. Mereka pada bingung memikirkan cara pulang, jadi tidak konsentrasi lagi untuk mengajar," kilahnya. Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budiman mengatakan telah memproyeksikan pembangunan gedung sekolah pada 2016. "Sudah diusulkan. rehabilitasi sekolah tahun depan," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya