PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menjadikan hari ulang tahun (HUT) ke-70 kemerdekaan RI sebagai momen untuk menata Ibu Kota. Karena itu, Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat memberi batas waktu hingga 15 Agustus kepada semua wali kota untuk membenahi wilayah masing-masing.
Bahkan, ia berharap momen penting itu dijadikan pecut agar pegawai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) belajar memanfaatkan semua fasilitas dan tenaga yang ada untuk membenahi Jakarta.
Djarot mengatakan itu karena kinerja SKPD selama ini dinilai belum maksimal. Menurutnya, banyak infrastruktur jalan yang masih rusak, taman tidak rapi, dan petugas prasana dan sarana umun (PPSU) juga belum bekerja maksimal.
"Ini momen kita semua untuk bergerak membenahi Ibu Kota. Ini juga bentuk penghargaan terhadap para pejuang yang memerdekakan kita. Para wali kota harus mengerahkan jajaran mereka, lurah mesti menggerakkan RT," kata Djarot saat berada di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan lain, saat berada di Jakarta Selatan, Djarot menyebutkan, selama melakukan kunjungan ke wilayah tersebut ia melihat banyak trotoar yang rusak dan berlubang, taman tidak dirawat, bahkan tidak disesuaikan dengan jenis tanamannya.
Selain itu, ujarnya, lampu penerangan di sejumlah ruas jalan raya maupun permukim-an masih minim. Begitu juga dengan lampu penerangan di taman-taman yang masih kurang sehingga membuat keadaan taman menjadi remang-remang.
"Saat saya mudik ke Solo, di sana trotoar dan tamannya bagus. Penerangan di malam hari juga sangat baik. Lalu dari Solo ke Blitar, dilanjutkan ke Surabaya. Kota itu lebih bagus lagi. Kotanya terlihat hijau. Malam hari penerangan di taman maupun di jalan bagus sehingga tidak ada warga yang berani berbuat mesum. Apalagi CCTV terpasang di jalan," ujarnya.
Menurut mantan Wali Kota Blitar itu, Pemprov DKI bersama jajarannya harus banyak belajar dari kedua kota tersebut. "Kita yang menjadi ibu kota negara harus belajar. Ketika saya mendarat (di Jakarta), saya lihat kondisi Jakarta jauh (berbeda) sekali. Trotoar banyak yang jebol, membuat pejalan kaki tidak nyaman. Taman-taman juga tidak terawat. Trotoar dan separator busway catnya kusam, mbok ya dicat. Pagar pembatas jalan juga ada yang lepas, mbok ya diperbaiki," katanya.(Ssr/Put/J-2)