Melompat di Kereta Terakhir

Nurulia Juwita
11/8/2015 00:00
Melompat di Kereta Terakhir
(MI/Ramdani)
Terkantuk-kantuk, tiga perempuan paruh baya itu bergegas keluar dari kereta yang baru saja berhenti pada peron di jalur tiga, Stasiun Besar Bogor. Sudah lewat tengah malam ketika kereta terakhir yang mereka tumpangi akhirnya tiba.

Langkah keluar stasiun terpaksa tertahan karena kereta lain yang sudah lebih dulu parkir di peron jalur empat menghalangi jalan mereka. Tidak ada pilihan lain, para penumpang kereta terakhir harus naik ke kereta di jalur empat itu, untuk kemudian turun dan berjalan keluar dari stasiun.

Celakanya, kereta yang harus dilewati itu sedang dicuci, baru saja petugas pembersih menyemprotkan air dari selang panjang ke seluruh lantai kereta. Ditambah lagi jarak dari tanah ke pintu kereta cukup tinggi, lebih dari satu meter. Kantuk mereka hilang seketika.

"Bagaimana ini cara naiknya. Lantainya licin," kata Atin, 50, salah satu dari mereka.

Dengan berpegangan pada sisi pintu kereta, Atin naik lebih dahulu. Susah payah ia mengangkat ujung rok agar tidak terserimpet. Kebingungan belum selesai, setelah naik, mereka masih harus berusaha turun dari kereta berlantai licin itu tanpa terpeleset.

"Waduh gimana turunnya, tinggi banget. Harus lompat ini. Kok nggak ada petugas yang bantu," keluhnya.

Di belakang mereka, penumpang lain mempunyai kerisauan yang sama. En, 31, yang sedang hamil enam bulan berusaha naik dengan berpegangan pada sisi pintu kereta. Tidak ada tangga yang memudahkan para penumpang kereta terakhir ini naik turun kereta. Tidak ada pula petugas yang membantu para penumpang.

"Sudah nunggu kereta ke Bogor lama, penumpang ditumpuk di Stasiun Depok. Sampai Bogor masih disiksa lagi harus naik turun kereta yang parkir," gerutunya.

Dalam menanggapi keluhan itu, Wakil Kepala Stasiun Bogor Herry Susanto menjelaskan kereta yang bermalam, diparkir berdasarkan keberangkatan paling awal. "Sudah diatur sedemikian rupa, supaya berangkatnya mudah," tuturnya saat <>dihubungi Media Indonesia, Minggu (9/8).

Herry berjanji akan mencarikan solusi agar para penumpang kereta terakhir tidak harus bersusah payah untuk keluar dari stasiun. "Solusi jangka pendek, kereta terakhir diusahakan masuk di jalur enam supaya penumpang tidak usah naik turun kereta," kata Herry. (J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya