Mati Suri, Bisnis Daging Berlanjut

MI
11/8/2015 00:00
Mati Suri, Bisnis Daging Berlanjut
(MI/Arya Manggala)
JAJARAN los daging di Pasar Senen, Jakarta Pusat, kemarin siang terlihat sepi. Di atas lapak dagang, belasan pedagang duduk santai mengobrol. Sementara itu, lainnya terlelap di tengah cuaca panas dan terik matahari yang siang itu cukup terasa.

Pada saat normal, jejeran los daging diisi puluhan pedagang daging sapi ataupun kambing. Namun, sejak Minggu (9/8), mereka membiarkan lapak kosong melompong.

Mati surinya aktivitas penjualan daging masih belum dipastikan sampai mana ujungnya. Rencana mogok berjualan selama empat hari secara serentak seperti yang dilakukan para pedagang lain di berbagai daerah, menurut Surya, 51, merupakan buntut dari terus melambungnya harga daging sapi.

Berdasarkan pengalaman pria asal Banyumas, Jawa Tengah itu, selama lebih 20 tahun ia berdagang daging, baru kali ini harga tetap tinggi setelah Ramadan dan Idul Fitri.

"Biasa paling lama seminggu habis Lebaran, harga daging sudah turun. Sekarang sampai hari ini masih Rp130 ribu/ kg. Wajar saja kalau (calon pembeli) sering pada komplain. Kita saja pedagang pada mengeluh," ujarnya.

Mogoknya penjual daging sapi menular ke pedagang bakso di Depok. Irvan, pedagang bakso, menyebut ada ajakan untuk turut mogok hingga harga daging sapi menjadi Rp90 ribu per kg.

Jatma, 40, pedagang bakso keliling, bahkan dicegat sekelompok pedagang daging sapi hingga terjadi dorong-mendo-rong dan perang mulut karena ia tetap menjual bakso.

Berdasarkan pantauan, Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, juga terlihat sepi.

Alam, tukang potong sekaligus karyawan RPH Dharma Jaya, mengatakan aktivitas pemotongan di RPH milik Pemprov DKI itu terhenti sejak Minggu (9/8). Biasanya, kata Salim, dalam satu hari sedikitnya 20 hingga 30 ekor sapi impor dan lokal dipotong di RPH tersebut.

Operasi pasar
Manajer RPH PD Dharma Jaya Junet Rusmargono mengatakan telah menyiapkan 35 ton daging sapi untuk didistribusikan ke operasi pasar yang rencananya dilakukan hari ini.

"Di gudang ada 35 ton untuk operasi pasar. Daging sapinya lokal. Tinggal tunggu perintah distribusi saja," kata Junet

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan telah menginstruksikan PD Dharma Jaya untuk melepas stok daging mereka dengan harga Rp85.000 per kg.

Ia pun akan menginstruksikan PD Dharma Jaya selaku BUMD yang khusus menangani stok daging untuk meminta hak impor daging sapi yang khusus dijual dalam operasi pasar.

"Saya sih maunya pemerintah buka impor sebanyaknya, tapi khusus untuk operasi pasar, karena kita belum siap swasembada," kata dia.(KG/DA/Put/Gan/Mal/DD/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya