Pembangunan Jalan Layang Ciledug-Tendean Capai 80%

Putri Anisa Yuliani
19/8/2016 19:35
Pembangunan Jalan Layang Ciledug-Tendean Capai 80%
(ANTARA)

PEMBANGUNAN jalan layang (flyover) untuk Koridor 13 rute Ciledug-Tendean-Blok M sudah mencapai 80%. Kepala Seksi Pembangunan Jalan Layang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam Adi mengatakan, pengerjaan proyek untuk tiang pancang sudah seluruhnya terpasang.

Sementara untuk tahap pengangkatan beton precast saat ini masih berlangsung. Pembangunan jalan layang yang diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat pada Maret 2015 ini pun masih sesuai jadwal.

"Progres saat ini sudah mencapai 80%. Sejauh ini masih on progress. Target selesai sampai Desember 2016," katanya di Jakarta, Jumat (19/8).

Imam mengungkapkan, proyek tersebut saat ini memasuki tahap pengerjaan struktur atas. Hingga kini proyek itu masih terus dikejar pembangunannya agar selesai tepat waktu.

"Sekarang pekerjaan pada struktur atas, pemasangan box girder dan railing," ucapnya.

Jalan layang yang akan menjadi jalan layang terpanjang di Jakarta ini dibangun sepanjang 9,3 kilometer. Anggaran proyek dialokasikan sebesar Rp2,5 triliun yang dikerjakan menggunakan anggaran multiyears sejak 2014 lalu.

Jalan layang ini nantinya akan dilengkapi dengan 12 halte. Tiga halte di antaranya berada di ketinggian 23 meter, sehingga akan dilengkapi dengan fasilitas eskalator. Diperkirakan jalan layang ini akan selesai pembangunannya pada akhir tahun ini dan bus Trans Jakarta untuk rute Koridor 13 bisa beroperasi paling lambat pada awal tahun 2017.

Ditemui terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan pembangunan jalan layang tersebut masih berjalan sesuai target. Mengenai bus, ia merencanakan tidak hanya bus TransJakarta yang akan melaju di jalan layang tersebut.

Menurutnya, seluruh bus yang terintegrasi dengan TransJakarta dan memiliki rute bergesekan bisa melalui jalur tersebut.

"Jadi jangan bayangkan cuma bus Trans Jakarta, bus sedang dan bus besar yang sudah kontrak Rupiah per kilometer dengan kami nanti bisa kami alokasikan untul rute itu," ujarnya di Balai Kota.

Tidak hanya itu, Ahok juga membuka wacana untuk menerapkan sistem jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP). (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya