Lomba Panjat Pinang Menurun, Pedagang Menjerit

19/8/2016 08:50
Lomba Panjat Pinang Menurun, Pedagang Menjerit
(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

PERINGATAN hari kemerdekaan telah berlalu. Namun, puluhan batang pohon pinang yang biasa digunakan dalam perlombaan panjat pinang masih menumpuk di sejumlah jalan di Jakarta.

Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur, kemarin, setidaknya ada tiga pedagang batang pohon pinang yang masih menunggu pembeli meminang barang dagangannya.

Parja, 40, pedagang batang pinang di Jalan Slamet Riyadi, mengatakan tahun ini hanya berhasil menjual 20 batang pohon pinang dari 60 batang pinang yang dibawanya. Satu batang pohon ia hargai rata-rata Rp500 ribu dengan modal per batang Rp300 ribu. Keuntungan Rp200 ribu dibaginya lagi ke sopir yang mengantar batang pinang ke tempat pembeli.

"Jadi kalau dihitung-hitung keuntungan per batang saya cuma dapat Rp50 ribu-Rp80 ribu. Kalau dikali 20, saya dapat untung Rp1,6 juta. Itu masih dibagi lagi ke sopir pengantar Rp120 ribu," ujar Parja.

Tahun ini, sambungnya, merupakan tahun ke-21 Parja berdagang batang pinang. Tahun lalu ia mampu menjual hingga 60 batang pinang dengan kualitas bagus. Keuntungan yang diraupnya mencapai Rp10 juta.

"Akan tetapi, tahun ini rada sepi. Mungkin karena kualitas batang pinang yang menurun, lalu lomba panjat pinang yang juga mulai berkurang di permukiman," terangnya.

Selama menjual batang pinang, ia tidur di emperan trotoar di depan barang dagangannya. Meski harapan mulai pudar, ia mengatakan akan terus menunggui barang dagangannya sampai habis terjual.

Mat Endis, 62, pedagang batang pinang di Jalan Manggarai Utara I, Tebet, Jakarta Selatan, juga mengaku penjualannya turun pada tahun ini. Ia mengaku hanya meraup keuntungan Rp2,5 juta dari hasil penjualan 10 batang pinang. Padahal, tahun lalu ia bisa mendapat untung hingga Rp10 juta dari penjualan 10 batang.

"Saya harus banting harga supaya laku dijual. Ini saja masih ada lima batang yang belum terjual, padahal sudah murah banget harganya," ujarnya.

Batang pohon pinang sepanjang 11 meter dihargainya Rp800 ribu-Rp900 ribu. Sementara itu, batang dengan panjang 12 meter berdiameter 20 cm dipatoknya Rp1 juta.

"Tahun ini penjual batang pinang juga makin banyak. Kebanyakan mereka berasal dari luar Jakarta. Mereka lebih tahu trik-trik mengampelas batang pinang sehingga kualitas lebih bagus," imbuh Mat Endis yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkut bambu di Pangkalan Bambu, Manggarai.

Ia berharap lima batang pinangnya segera terjual, bahkan kalau perlu banting harga lagi mengingat batang pinang gampang retak dan bengkok jika terus terkena panas sinar matahari.

"Kalau Neng mau borong silakan, saya kasih harga Rp200 ribu per batang. Daripada dibuang, mending dijual murah," kata dia. (J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya