Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI jenis bunga segar yang terhampar memenuhi area Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, membuat pasar itu penuh aneka warna. Tanaman hias lainnya, seperti andong besi, andong pelat, hanjuang, philodendron, palem regu, dan kacapiring juga tersusun manis di kios-kios pedagang.
Namun, pemandangan indah itu terganggu oleh limbah pasar itu yang teronggok di salah satu pojok pasar. Limbah terdiri dari batang dan daun tanaman serta bunga-bunga yang layu.
Limbah itu teronggok di sana bukan karena para pedagang dan pengurus pasar jorok atau malas membuangnya, melainkan sisa-sisa bunga dan tanaman hias itu akan dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Setidaknya 1 meter kubik dari total 30-60 meter kubik limbah per hari digiling menggunakan mesin milik Dinas Kelautan dan Pertanian DKI selaku pengelola Pasar Bunga Rawa Belong untuk diubah jadi pupuk.
“Bunga dagangan saya yang tidak laku dijual dan sisa batang tanaman yang saya buang biasanya diambil sama tukang sampah untuk dijadikan pupuk,” ujar Umi, 66, pemilik kios bunga Herlan Florist di pasar itu.
Setiap siang limbah yang terkumpul diangkut menggunakan gerobak bermotor ke penggilingan di tempat parkir kendaraan. Namun, tidak semua limbah bisa dijadikan pukuk sehingga harus dipilah terlebih dahulu.Jenis tanaman yang tidak bisa diolah menjadi pupuk ialah yang berkadar air tinggi, di antaranya bunga sedap malam.
“Intinya, kami ingin mengurangi limbah di pasar ini. Kalau pasar sedang sepi, sampah bisa mencapai dua truk. Volume setiap truk berkisar 30 meter kubik,” kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi Hasil Pertanian dan Pengembangan Teknologi Pangan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Astri Ilhamsyah kepada Media Indonesia, Selasa (16/8).
Pembuatan pupuk di Pasar Rawa Belong hanya sampai pada proses penggilingan. Setelah itu, bakal pupuk dibawa ke tempat pengolahan selanjutnya di Ragunan, Jakarta Selatan.
Proses pembuatan pupuk organik tidak dilakukan setiap hari, tapi hanya pada Senin, Selasa, dan Rabu. Pada hari itu, perdagangan bunga sepi sehingga limbah tanaman yang terkumpul lebih banyak daripada hari lain.
Pengolahan limbah dilakukan dua petugas kebersihan pasar yang dibayar Rp102.900 per hari. Ilham mengaku Dinas Kelautan dan Pertanian tidak memiliki banyak alokasi dana untuk kegiatan itu. Bahkan, dari dua mesin penggiling yang disiapkan, hanya satu yang aktif beroperasi karena tidak ada tenaga lain yang bersedia mengoperasikannya tersebab upah rendah. (Yanurisa Ananta/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved