PEMERINTAH Kota Bekasi masih kesulitan mengangkut seluruh produk sampah penduduk karena masih kekurang an truk sampah. Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi Abdillah menjelaskan, dalam sehari, 1.600 ton sampah diproduksi 2,9 juta penduduk Kota Bekasi. Saat ini, 180 unit truk pengangkut sampah yang dimiliki baru bisa mengangkut 600 ton hingga 650 ton sampah, atau 40% dari keseluruhan sampah. Pihaknya tertolong karena ada 122 bank sampah yang mengelola sampah sendiri. "Tetapi masih ada sekitar 800 ton sampah yang belum bisa terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA)," keluhnya.
Abdillah menambahkan, saat ini pihaknya belum bisa menambah jumlah unit truk pengangkut sampah di Kota Bekasi karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi yang masih terbatas. Rencana membeli 30 unit truk sampah pun terpaksa dibatalkan. "Tahun ini kami belum bisa menambah truk sampah." Berdasarkan pantauan, sejumlah tempat pembuangan sampah liar masih terlihat di beberapa ruas jalan di Kota Bekasi.
Beberapa di antaranya di Jalan Irigasi, Harapan Jaya, Bekasi Utara, di pinggir Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, dan di Jalan Raya Margahayu, Bekasi Timur. Septian, 25, pengendara yang sering lewat di Jalan Irigasi juga mengaku heran sampah di pinggir jalan yang setiap hari terus bertambah. Padahal, jalan tersebut jauh dari permukiman warga. Menurut dia, truk pengangkut sampah sebetulnya mengangkutsampah tiap dua hari sekali. Akan tetapi, keesokan harinya sampah sudah kembali menumpuk.