DKI Bakal Terapkan Sistem Perkulakan

LB Ciputri Hutabarat
17/8/2016 00:52
DKI Bakal Terapkan Sistem Perkulakan
(MI/Panca Syurkani)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku akan membuka sistem perkulakan di Jakarta. Sistem itu akan memaksa pemerintah membeli langsung bahan pokok dari produsen dan menyalurkan kembali ke pedagang.

"Teori dagang itu bukan belajar menjual tapi belajar membeli yang murah dan baik. Kalau kamu bisa beli murah dan baik, kamu jualnya gampang," kata Ahok di Balai Kota, Selasa (16/8).

Ahok menerangkan, selama ini, pedagang kerap dirugikan karena mendapat bahan pokok yang dijual kemahalan. Sistem itu berimbas kepada harga di lapangan yang juga tinggi.

"Jadi kita kerap lakukan operasi pasar yang banyaknya sudah kayak PKL. Tapi sekarang kita pikir kita mau bikin perkulakan," terang Ahok.

Sistem perkulakan itu akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, yakni dengan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pertanian. Ketiganya mengumpulkan bahan pokok di satu tempat dan langsung menentukan harga tertinggi.

"Tapi kepada pedagang kita bebaskan jual berapa asal jangan ketinggian. Kalau ketinggian kita usir karena pasar kan yang punya DKI," beber Ahok.

Di Jakarta, stakeholder yang dikerahkan adalah PD Pasar Jaya, PD Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang Jaya. Tiga perusahaan itu akan bertindak sebagai distributor. Untuk sekarang, ketiganya sudah mengatur peredaran beras dan gula.

Dengan ini, Ahok juga mewacanakan memberikan kartu bagi pedagang yang akan membeli gula dan beras ke Jakarta.

"Modelnya kayak KJP nanti. Pedagang bisa langsung beli ke kita dengan harga murah," ucap Ahok.

Dengan sistem seperti itu diharapkan pemerimtah bisa mengatur makanan dari hulu sampai hilir.

"Kalau kita kontrol dari hulu ke hilir. Distribusinya lebih cepat. Selama ini kan lewatin orang tengah-tengah ini lah yang membuat harga melonjak," tandas Ahok. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya