RUMAH makan sekaligus tempat nongkrong yang satu ini memang selalu ramai pengunjung. Lokasinya yang bertempat di tengah area pergudangan Dadap, perbatasan antara Jakarta Barat-Tangerang, menjadikan Joe Kopitiam bak oasis di tengah padang gurun pasir.
Lokasi pergudangan Dadap memang terkenal cukup panas dan kering.
Lalu lintas kendaraan yang mayoritas truk-truk besar pengangkut barang menjadikan kawasan ini selalu akrab dengan kemacetan.
Rumah makan yang beroperasi sejak 27 November 2013 ini menghadirkan menu-menu campuran kuliner Nusantara dengan negara jiran, Malaysia, dan Singapura.
Akhirnya, saya menyempatkan untuk berkunjung dan mencicipi beberapa menu andalan Joe Kopitiam.
Rumah makan ini berdiri di atas sebuah ruko dengan plang besar yang berisikan nama dan beberapa gambar menu yang disediakan.
Saat memasuki ruangan, desain interior didominasi warna cokelat.
Lantai yang menggunakan tegel berwarna cokelat dan juga meja serta bangku untuk konsumen bernuansa kayu semakin membuat nyaman untuk sekadar menikmati makan atau menikmati seruputan kopi panas dan dingin.
Layaknya kopitiam pada umumnya, Joe Kopitiam menghadirkan banyak menu makanan berupa nasi, mi, kwetiau, makanan ringan, serta berbagai macam minuman dingin dan panas.
Dari beberapa menu itu, ternyata ada menu andalan yang menjadi favorit pengunjung. Nasi goreng buntut Menu pertama yang saya pesan ialah nasi goreng buntut.
Kebetulan saya salah satu penggemar menu buntut sapi.
Ini salah satu menu favorit di Joe Kopitiam.
Ketika pesanan datang, yang pertama saya cicipi ialah daging buntutnya yang begitu menggiurkan.
Ternyata tidak salah, daging buntutnya sangat lembut dan empuk.
Tambahan bumbu kecap dan rempah-rempah membuat buntut sapinya terasa manis dan gurih.
"Daging buntut di sini memang empuk sekali. Kami tidak sembarang memilih buntut sapinya. Lalu, dicampur bumbu-bumbu dan direndam supaya bisa menghasilkan daging yang empuk dan gurih serta kaya akan rasa," ujar pemilik Joe Kopitiam, Rika Natalia.
Nasi gorengnya juga lezat.
Tidak terlalu manis dan bercampur gurih karena ada potongan-potongan daging sapi yang menyatu dengan nasi gorengnya.
Potongan daging sapi yang empuk dan terasa sedikit manis.
Sebagai pelengkap, tersedia potongan acar mentimun dan wortel.
Nasi ayam sambal sereh Menu lain yang membuat saya penasaran ialah nasi ayam sambal sereh. Ini juga salah satu menu favorit pengunjung Joe Kopitiam.
Rika menjelaskan bahwa menu yang satu ini bisa dipesan dengan tingkat kepedasan yang berbeda-beda.
Berhubung sambal yang digunakan ialah cabai rawit, menu ini cocok untuk para penggemar makanan pedas.
"Ini salah satu menu baru di Joe Kopitiam dan ternyata banyak peminatnya. Ayam goreng dalam bentuk fillet digoreng kering dengan menggunakan campuran bumbu rempah-rempah dan sambal rawit sehingga menciptakan ayam goreng yang garing dan campuran rasa pedas," jelas Rika
Setelah saya cicipi, daging ayamnya memang terasa garing dan gurih.
Baluran sambal cabai rawit yang gahar membuat keringat mengalir deras tak lama setelah menyantapnya.
Jika ingin memesan menu ini, saya sarankan untuk juga memesan minuman dingin yang segar sehingga bisa sedikit menghilangkan sengatan sambal rawitnya. Nasi ayam hainam Setelah mencicip dua menu makanan asal Indonesia, saya tergoda untuk mencoba menu lain asal negara tetangga, yakni nasi ayam hainam.
Salah satu menu asal negara Singapura ini ternyata juga salah satu menu andalan di Joe Kopitiam.
Potongan ayam kampung rebus yang dicampuri sedikit kuah rasa asin begitu lezat dan gurih ketika meresap di lidah.
Ayam yang lembut bercampur dengan sedikit kulit ayam di atasnya sangat pas disandingkan dengan sesendok nasi hainam yang memiliki rasa khas.
"Di sini nasi ayam hainam juga salah satu menu favorit. Ada pelanggan yang setia memesan menu ini," ungkap Rika.
Saya pun tidak bisa berhenti menyuap nasi hainam yang gurih dan semakin lengkap dipadukan dengan sedikit kuah asin dari ayam tersebut. Roti paratha Yang juga patut dicoba sambil menunggu pesanan datang ialah camilan ringan asal Malaysia.
Namanya ialah roti paratha.
Sepintas didengar, menu yang satu ini seperti makanan asal India, yakni roti canai.
Namun, Rika mengatakan bahwa menu yang satu ini merupakan makanan asal Malaysia yang sudah dimodifikasi pihak rumah makan sesuai dengan lidah orang Indonesia.
Roti yang sudah digoreng dibentuk satu lingkaran berukuran tipis itu tersaji sedikit garing dan harum.
Sebagai pelengkapnya ialah ayam kare kuah santannya.
"Ini biasa dipesan setelah atau sebelum makanan utama datang. Jadi untuk cemal-cemil saja karena ukurannya yang tidak terlalu besar," ungkap Rika.
Rika juga menjelaskan bahwa tambahan ayam kare yang disediakan Joe Kopitiam merupakan satu porsi ayam potong tanpa ada potongan kentang yang biasanya menghiasi menu roti canai.
"Kita sengaja memang menyediakan ayam saja, tanpa ada kentang," kata Rika.
Selain menyediakan beragam menu makanan, Joe Kopitiam juga memiliki beberapa menu minuman yang tidak kalah mengundang selera.
Di antaranya kopi yin yang, atau kopi teh dan susu.
Untuk kopi yin yang, kopi yang digunakan untuk menciptakan cita rasa dan aroma kopi sempurna dari minuman ini ialah kopi sidikalang dari Medan.
Tak hanya mengutamakan rasa, penampilan dari kopi ini juga menarik. (M-5)