PDIP sudah Jelas Usung Ahok

Selamat Saragih
15/8/2016 07:20
PDIP sudah Jelas Usung Ahok
(MI/PANCA SYURKANI)

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga kini belum menentukan bakal calon gubernur yang akan ikut dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta tahun depan. Petinggi PDIP selama ini baru memberikan sinyal politik dan belum secara gamblang menyebut siapa sosok yang bakal diusung.

Di tengah ketidakpastian itu, politikus muda PDIP Maruarar Sirait menyatakan yakin partai berlambang banteng moncong putih itu akan menjatuhkan pilihan pada calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Politik ini penuh keyakinan, dari awal saya yakin, PDIP dan Mbak Mega (Megawati Sukarnoputri) akan mendukung Ahok," kata Maruarar di kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Jakarta, kemarin (Minggu, 14/8).

Secara pribadi, Maruarar mengaku telah mendukung Ahok sejak awal. Ahok, kata dia, telah banyak bekerja membenahi Jakarta bersama Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat yang merupakan kader PDIP.

Maruarar mengakui PDIP memang belum memilih siapa yang bakal diusung dalam pilkada DKI. Hal itu merupakan bagian dari kehati-hatian politik yang kerap diterapkan PDIP. Hal serupa juga terjadi empat tahun lalu ketika dinamika politik di internal PDIP cukup tinggi untuk menentukan pilihan, Fauzi Bowo atau Joko Widodo.

"Tapi saya yakin, jika waktunya tepat, Mbak Mega sebagai senior PDIP yang sangat matang akan memilih figur yang cocok dengan mata hati-nya dengan bijak. Saya yakin mayoritas konstituen PDIP di DKI mendukung Ahok," pungkas Maruarar.

Pandangan serupa diutarakan peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Ia menilai PDIP pasti akan mendukung Ahok. Hal itu tampak dari sinyal politik yang dilontarkan elite PDIP, antara lain meminta Ahok proaktif menjemput bola.

"Saya kira itu (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoput-ri) minta Ahok sowan. Itu bahasa politik yang semakin menunjukkan kecenderungan pilihan PDIP pada Ahok," ujarnya.

Tidak masalah
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyatakan siap meramaikan Pilkada 2017 jika ada partai yang mengusungnya. Dalam menanggapi hal itu, Menteri Dalam Negeri Tjahajo Kumolo menyatakan tidak ada aturan yang melarang sekretaris daerah untuk ikut ambil bagian dalam pilkada. "Boleh saja, enggak ada masalah."

Saefullah mengaku mengantongi dukungan, salah satunya dari Nahdlatul Ulama (NU). Dia belum mendaftar ke partai politik mana pun. Meski begitu, ia mengaku kerap berkomunikasi dengan sejumlah parpol, salah satunya Gerindra. Tjahjo mengatakan tidak ada yang salah dalam rencana Saefullah.

Namun, ada aturan yang harus dipatuhi, seperti mengundurkan diri jika mendaftar sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. "Nanti begitu dia daftar, harus ikuti aturan dan mekanisme, ikuti PKPU yang ada," jelas politikus PDIP itu.

Bakal calon gubernur dari Gerindra, Sandiaga Uno, kerap dikaitkan dengan Saefullah. Sandi mengaku cocok dengan sosok Saefullah yang dinilai terbuka.(P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya