Hingga Oktober, Warga Miskin Dapat Pelayanan VIP

Nell Marlianti/J-3
08/8/2015 00:00
Hingga Oktober, Warga Miskin Dapat Pelayanan VIP
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)
NASRUN, 58, tersenyum sambil mempersilakan para dokter puskesmas masuk ke tempat tinggalnya yang sangat sederhana.

Bersama Nasrun, tinggal tiga anaknya dan lima cucunya yang masih balita.

Sehari-harinya, Nasrun berjualan buah dan kue lepet di warung kecil, di depan rumahnya di RW 013 Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Penghasilannya dari berjualan kurang dari Rp100 ribu per hari.

Itu menyebabkan dia dan keluarganya sulit memperhatikan kondisi kesehatan.

Jangankan untuk kesehatan, untuk kebutuhan sehari-hari mereka harus bersiasat memenuhinya.

Untuk keperluan memasak sehari-harinya, misalnya, ia menggunakan tungku dan kayu bakar.

"Di sini kami memasak masih menggunakan kayu bakar karena harga gas mahal. Bagaimana kami bisa perhatikan kesehatan? Kalau jatuh sakit, kami beli obat bebas di warung," ujarnya saat para dokter bertanya mengenai kondisi kesehatannya.

Petugas pun sempat melihat ke sekeliling rumah Nasrun.

Bak mandi dan tempat air yang bisa menjadi sarana perkembangbiakan jentik nyamuk ditaburi bubuk Abate.

Di dalam rumah Nasrun tak ada barang mewah kecuali TV dan tiga kursi kayu serta satu meja.

Di bagian dapur, lantainya terdiri atas susunan batu-batu kasar.

Abu-abu pembakaran kayu berserakan di lantainya. Dindingnya retak-retak dilapisi seng.

Daun kelapa muda untuk membungkus kue lepet tergantung di salah satu sudut ruangan.

Empat dokter dan Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan Yuditha Endah, seusai mendata keluarga Nasrun, langsung memeriksa kesehatan Nasrun.

Seluruh anggota keluarga juga diperiksa melalui alat pengukur tekanan darah dan timbangan berat badan.

Setelah itu, para dokter mengecek kesehatan dengan stetoskop.

Sementara itu, untuk cucu Nasrun, petugas langsung melakukan imunisasi hepatisis dan campak.

"Ini ada obat untuk Bapak karena Bapak kan punya asam urat. Diminum teratur, ya, Pak obatnya," ujar salah satu dokter puskesmas.

Di sela kegiatan itu, Yuditha Endah menuturkan pihaknya memang sengaja melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dari pintu ke pintu rumah warga yang ada di RW 013 Menteng Dalam untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.

Program itu akan terus dilakukan di beberapa wilayah lainnya di Jakarta hingga akhir Oktober 2015.

"Sebenarnya ini sudah bergerak sejak Mei 2015. Kami mendatangi rumah masyarakat miskin secara langsung. Kita cek kesehatan mereka. Kalau terbukti parah, langsung saat itu juga kami rujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Hingga saat ini, ungkap Yuditha, sudah ada 505 kepala keluarga yang terdata di RW 013 Menteng Dalam yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari pintu ke pintu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya