Trans-Jakarta akan Gratis untuk Siswa

Selamat Saragih
08/8/2015 00:00
Trans-Jakarta akan Gratis untuk Siswa
()
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membangun sistem bebas biaya untuk pelajar yang naik bus Trans-Jakarta.

Untuk tahap awal, rencana tersebut bakal diterapkan kepada siswa pemegang kartu Jakarta pintar (KJP).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, bila sistem itu sudah berjalan, barulah bus sekolah yang ada saat ini bakal tidak dioperasikan lagi.

Sebaliknya, sebelum sistem tersebut berjalan dan bus Trans-Jakarta sebagai moda transportasi publik belum memadai melayani warga Jakarta, bus sekolah yang dioperasikan secara gratis masih bakal terus beroperasi.

Terkait dengan rencana itu, Direktur Utama PT Trans-Jakarta Ans Kosasih saat ini tengah memproses kerja sama dengan Bank DKI untuk menggandakan fungsi KJP.

PT Trans Jakarta dan Bank DKI akan membuat sistem KJP tidak hanya sebagai kartu ATM, tetapi juga sebagai tiket elektronik angkutan bus Trans-Jakarta.

Namun, fungsi tiket elektronik KJP berbeda dengan tiket elektronik lainnya karena Gubernur meminta saldo pada KJP yang digunakan untuk tiket elektronik tidak terpotong sepeser pun.

Artinya, para pelajar gratis menggunakan bus Trans-Jakarta.

Untuk membuat sistem dalam upaya memberikan layanan bus Trans-Jakarta secara gratis kepada pelajar, ujar Kosasih, pihaknya bersama Bank DKI membutuhkan waktu lama.

"Kami sedang merencanakan KJP dengan sistem combo. Dengan sistem itu, KJP yang juga ATM Bank DKI bisa digunakan sebagai tiket elektronik atau e-ticket. Tapi waktu yang diperlukan untuk membuat sistem ini lama," ujar Kosasih, Kamis (6/8).

Sementara itu, bus sekolah berwarna kuning yang pengoperasiannya semula dikabarkan bakal dihentikan karena dinilai menghamburkan anggaran masih akan berlalu lalang melintasi sejumlah jalan di Jakarta hingga waktu yang belum ditentukan.

Gubernur yang akrab disapa Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat sepakat tidak akan menghapus operasional bus gratis yang diluncurkan pada Oktober 2007 tersebut bila bus Trans-Jakarta belum memadai.

Djarot mengatakan bus sekolah masih diperlukan para pelajar SMP dan SMA yang selama ini memanfaatkannya.

Oleh karena itu, mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur, tersebut telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansah untuk mengevaluasi bus sekolah.

"Saya minta Kepala Dishubtrans DKI mengevaluasi bus sekolah, termasuk mengevaluasi bus sekolah sebagai transportasi pengumpan (feeder) bus Trans-Jakarta. Kan anak seolah bisa membayar (tiket Trans-Jakarta) dengan KJP (kartu Jakarta pintar)," kata Djarot di Balai Kota, Rabu (5/8).

Harus jelas
Ia juga meminta Dishubtrans menata kembali operasional bus tersebut agar lebih baik.

Antara lain rute, jam operasional, dan halte tempat menaikturunkan penumpang harus jelas.

Lokasi halte pun harus tepat, nyaman, dan tertib.

Selama ini, ujarnya, operasional bus sekolah belum tertata dan terkesan berantakan.

Oleh karena itu, informasi mengenai operasional bus sekolah tidak diketahui masyarakat, terutama kalangan pelajar.

"Jalur bus sekolah harus ditata. Di mana saja, ke mana saja, jam berapa, haltenya di mana. Masyarakat harus tahu. Kalau kita gunakan secara efektif tapi masih kosong, buat apa? Makanya Dishubtrans DKI sedang mengatur dan menata rambu di mana nanti bus berhenti dan titik haltenya," ujarnya.

Djarot juga mengatakan, selain ditata dan dievaluasi menyeluruh, bus sekolah bakal diintegrasikan dengan bus Trans-Jakarta.

"Tidak akan dihapuskan, tapi ditata, dikaji ulang, dievaluasi secara menyeluruh, dan diintegrasikan dengan Trans-Jakarta sebagai transportasi feeder," ujarnya. (Put/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya