Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Tidak jauh dari Kota Jakarta, tepatnya di kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, berdiri sejumlah rumah toko (ruko) yang menjual atribut polisi. Lemari-lemari kaca yang terpasang di sekeliling dinding ruko memajang berbagai atribut polisi, mulai seragam, kaus, sepatu, topi, pin, hingga jaket. Dayat, 42, ialah salah satu pemilik toko di sana. Tokonya telah berdiri sejak 2003 silam. Jaraknya hanya berkisar 50 meter di seberang Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. Berbagai atribut yang ia jual, diakui Dayat, dibuat sendiri oleh pekerja-pekerjanya. “Kalau model seragam dan jenis-jenisnya dapat datanya dari polisi kok,” tuturnya. Ia mengakui barang-barang yang dijualnya ak seutuhnya sama dengan yang didapat para anggota dari instansi mereka. Untuk seragam, misalnya, Dayat menjual bahan seragam dengan tiga jenis kualitas yang ia sebut sebagai kw 1, kw 2, dan kw 3.
“Kw satu itu biasanya bahannya sama dengan yang didapat dari markas. Kadang ada anggota yang dapat kain lebih, tapi enggak terpakai, dijual ke kita. Biasanya Rp25 ribu per meter lalu kita jual lagi Rp40 ribu per meter,” jelasnya. Harga yang dibanderol Dayat pun beragam. Baju seragam, misalnya, dihargai Rp165 ribu. Sementara itu, untuk pin berkisar Rp20 ribu hingga Rp65 ribu. Ramainya pembeli membuat Dayat bisa meraup omzet hingga Rp5 juta per hari. “Tapi terkadang musiman juga, biasanya paling ramai pas ulang tahun Polri pada Juli,” katanya. Pembeli yang datang ke toko miliknya pun rata-rata berpenampilan sama, berbadan tegap dengan rambut cepak. Ia yakin semua pembeli di tokonya anggota polisi. “Di sini pelanggannya pasti anggota semua,” ucapnya yakin.
Di salah satu sudut toko, terpampang sebuah plakat berisi imbauan dari Perhimpunan Penjual Perlengkapan ABRI (P3A). Di situ tertulis ‘setiap anggota TNI maupun Polri harus memperlihatkan kartu tanda pengenal mereka saat melakukan transaksi’. Hal itu, menurut Dayat, dilakukan guna menghindari penyalahgunaan atribut polisi oleh masyarakat umum karena toko miliknya pada dasarnya bisa diakses siapa pun. Meski imbauan itu tertera, tak satu pun pembeli yang menunjukkan kartu identitas. “Mereka itu langganan semua, jadi saya sudah kenal mereka. Kecuali kalau orang baru, mereka harus menunjukkan kartu identitas,” cetusnya. Berbeda dengan toko Dayat, di toko Nurfaidah, 35, tak ada sama sekali imbauan menunjukkan kartu identitas sebagai anggota kepolisian. Meski begitu, ia meyakini tak ada pelanggannya yang memiliki iktikad buruk. “Rata-rata kan anggota. Beberapa ada yang langganan beli untuk dipakai dalam pembuatan film, tapi saya sudah kenal sama orang-orangnya,” cetusnya. (Nicky Aulia Widadio/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved