Kaus hingga Soft Gun Semua Dijual Bebas

Deni Aryanto
15/8/2016 03:00
Kaus hingga Soft Gun Semua Dijual Bebas
(MI/ATET DWI PRAMADIA)

KASUS kejahatan berkedok anggota TNI dan Polri terus saja terjadi. Diduga, aksi kejahatan dengan modus itu salah satunya disebabkan maraknya penjualan atribut militer dan kepolisian yang dijual secara bebas. Tak jarang, penjualan atribut militer itu justru berada di lingkungan institusi bersangkutan. Menjamurnya keberadaan toko yang menjual atribut militer secara bebas dapat dilihat di lingkungan markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang berada di Cijantung, Jakarta Timur. Di tempat tersebut, setidaknya ada belasan toko dan koperasi yang menjajakan seluruh kebutuhan TNI dan Polri.

Di toko Navansa, depan Markas Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus, misalnya, seorang pelayan toko langsung menyapa setiap pengunjung yang datang. Dengan ramah ia menanyakan kebutuhan apa yang sedang dicari pembeli tanpa menanyakan apakah pembeli merupakan anggota TNI/Polri atau bukan. “Silakan pak, di sini lengkap, mulai seragam, kaus, jaket, emblem, sepatu, hingga topi,” sapa penjaga toko saat Media Indonesia masuk ke toko tersebut. Ia menyebut harga di tokonya bersaing, bahkan berani lebih murah, jika dibandingkan dengan toko-toko di sekitar situ. Seperti kaus anggota militer dan polisi yang dibanderolnya dengan harga di kisaran Rp40 ribu-Rp130 ribu dan celana panjang loreng Rp140 ribu. “Barang yang enggak ada di sini juga bisa dipesan, waktunya enggak lama kok,” ucapnya.

Tak jauh dari toko Navansa, berdiri Unit Usaha Primkop Pakarti yang letaknya tepat di depan Markas Brigif Para Raider 17 Kijang 1 Kostrad. Di situ, koleksi atribut dan perlengkapan militer lebih lengkap. Di depan toko, dipajang koper-koper ukuran besar, seperti yang dimiliki anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus). “Kalau mau ambil barang banyak, pasti dikasih harga yang lebih murah,” kata Herman, pelayan toko. Di tempat itu, barang yang ditawarkan memang terbi­lang cukup lengkap. Bahkan, jaket loreng TNI berikut tanda pangkat di lengan dengan mudah dibeli. Harga yang ditawarkan beragam. Topi TNI dan polisi berharga Rp25 ribu-Rp50 ribu, baju lengan panjang Rp150 ribu, dan jaket TNI imitasi Rp150 ribu. Untuk jaket TNI, Herman juga menawarkan yang asli. Barang tersebut dipatok dengan harga Rp350 ribu. Ia berani menjamin keaslian barang yang ditawarkan. Hanya, ketersediaan barang itu tidak dapat dipastikan waktunya. Jika barang sedang tidak ada, pengunjung dapat memesan kepadanya.

“Jaket TNI sekarang lagi kosong mas. Kita dapatnya biasanya dari anggota yang jual. Mas mau cari yang motif apa?” tanyanya. Jual air soft gun Tak cuma pakaian dan atribut lainnya, Unit Usaha Primkop Pakarti juga menjual air soft gun. Bentuknya bera­gam, harganya pun beragam, bergantung pada kualitas bahan dan tingkat kemiripan. Senjata laras panjang dengan kualitas bagus dijual seharga Rp6,5 juta, sedangkan jenis revolver dijual dengan harga Rp3,5 juta. “Harga air soft gun tergantung barang yang mau dibeli. Ada juga kita jual yang murah. Makin mahal harganya pasti makin bagus kualitasnya,” ujarnya. Tepat di samping gerbang utama Markas Kopassus, Primer Koperasi Tribuana VI juga menyediakan air soft gun, tapi jumlahnya tidak begitu banyak. Pengunjung harus memesan terlebih dahulu sebelum membeli.

Di etalase toko, berjejer beberapa pisau bayonet yang biasa digunakan anggota TNI. Di bagian depan mata pisau terukir tulisan ‘TNI-AD’. Sementara itu, di bagian belakang tertulis ‘TA 2014’ dengan cat warna kuning. Tanpa ragu, pelayan toko menawarkan barang tersebut dengan harga Rp100 ribu. “Itu jatah dari dalam markas mas. Biasa, barang dari dalam,” ucapnya sambil me­ngedipkan sebelah matanya tanpa menjelaskan maksud kata ‘jatah’ tadi. Saat itu di dalam toko juga terlihat dua pria yang sedang memesan tanda jasa. Saat melayani calon pembelinya, pelayan toko tidak memedulikan apakah pemesan merupakan anggota TNI atau bukan. Ia langsung mencatat pesanan yang masuk dan memberi tahu calon pembeli itu supaya datang kembali setelah barang telah siap di toko. “Nanti jadinya 3-4 hari ya,” ucapnya. (J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya