Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) mengungkap dua kasus peredaran narkoba dari sindikat internasional Nigeria. Dari empat tersangka yang ditangkap, dua di antaranya perempuan yang direkrut menjadi kurir oleh sindikat Nigeria.
Kasus pertama, seorang perempuan bernama Indah, 36, ditangkap petugas BNN di rumahnya di kawasan Sawangan Depok, pada Jumat (26/6). Petugas menemukan 13 tas yang di bagian dinding tasnya diselipkan sabu dengan total 3,9 kg.
Kepada petugas, Indah mengaku diminta mengantarkan barang ke suatu tempat oleh N, warga negara Nigeria yang tak lain ialah kekasihnya. N yang saat ini masih buron merekrut Indah untuk menjadi kurir dengan iming-iming cinta.
Indah mengaku baru pacaran dengan N selama empat bulan. Ia mengenal laki-laki Nigeria itu dari situs jejaring sosial. Apa pun perintah N, Indah selalu menuruti, tidak terkecuali untuk mengantar narkoba.
"Saya nurut aja (diperintah), saya beneran cinta, bibir dia (N) manis," ujar Indah di Kantor BNN, Cawang Jakarta Timur, kemarin.
Pada kasus kedua, BNN menangkap Nunung, 28, di kawasan Paseban Jakarta Pusat, Kamis (30/7). Modusnya sama, yaitu dengan menyelipkan sabu ke dinding tas perempuan. Petugas menemukan 984 gram sabu yang dimasukkan ke empat tas.
Petugas kemudian langsung mengembangkannya dan berhasil menangkap Wawan dan Feri tersangka lain yang nantinya akan menerima sabu dari Nunung. Dari tangan keduanya petugas masing-masing menemukan 768 gram dan 910 gram sehingga total barang bukti yang disita BNN, yaitu 2,6 kg. Lagi-lagi dalam kasus tersebut perempuan Indonesia dipergunakan oleh warga Nigeria berinisial Y.
Nunung direkrut dengan iming-iming uang Rp30 juta untuk sekali transaksi. Ia juga dijanjikan Rp500 ribu untuk setiap pengiriman 100 gram sabu.
"Faktor ekonomi saya lakukan ini," ungkap janda tiga anak itu.
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Deddy Fauzi Elhakim mengatakan perempuan Indonesia memang menjadi sasaran sindikat Nigeria. Modusnya, kata Deddy, yaitu selalu diimingi cinta dan juga dijanjikan uang.
"Kurir perempuan Indonesia ini kasus menonjol. Bahkan peredaran mereka kini sudah ke Timor Leste. Kemarin (Kamis, 6/8) saya dapat aduan dari kepolisian setempat kurir perempuan Indonesia sudah mengepung ke sana (Timor Leste)," papar dia.
Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi, menambahkan BNN telah melakukan kerja sama dengan kepolisian Nigeria untuk memberantas sindikat narkoba termasuk perekrutan kurir perempuan.
Slamet meminta perempuan berhati-hati terhadap pria asing, khususnya dari Afrika. Karena jika terjerat jadi kurir, penjara seumur hidup dan pidana mati telah menanti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved