Ahok Mengaku Belajar Soal Trotoar dari Risma

Intan Fauzi
11/8/2016 12:21
Ahok Mengaku Belajar Soal Trotoar dari Risma
(Trotoar di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta -- MI/Arya Manggala)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui kondisi trotoar di Jakarta masih buruk. Totalnya, ada sepanjang 2.700 kilometer trotoar yang perlu diperbaiki.

Dibandingkan dengan Surabaya, kondisi trotoar di Jakarta masih kalah. Di kota yang dipimpin Tri Rismaharini itu trotoar sudah tertata rapi. Alhasil, urusan tata kota jadi pembanding Ahok dengan Risma.

Ahok memuji Risma yang memang sudah berhasil menata kota Surabaya dengan baik, terutama trotoar. Tapi Ahok mengatakan, untuk menata trotoar, Risma memerlukan waktu hingga 10 tahun.

"Makanya kita mau belajar dari Bu Risma, Bu Risma menata itu butuh waktu yang lama. Bu Risma kebetulan dari Kepala Dinas Taman, lalu Bappeda bisa anggarin, lalu Wakil Wali Kota, lalu Wali Kota lima tahun, itu sudah di atas 10 tahunan," kata Ahok di Balai Kota, Kamis (11/8).

Tidak mau kalah, Ahok minta warga Jakarta memberinya waktu untuk membenahi trotoar Ibu Kota. Ahok mengaku sudah memiliki desain untuk trotoar di Jakarta.

"Makanya saya katakan, di Jakarta ada 2.700 kilometer trotoar yang harus total kita bangun. Kasih saya waktu, kita beresin, sekarang berapa prototype sudah kita punya " ungkap Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan membenahi trotoar di Jakarta tidak semudah di Surabaya. Panjangnya saja bisa sampai pulang pergi Jakarta-Surabaya.

"Jadi dua kali, Jakarta-Surabaya, Surabaya-Jakarta, dari Surabaya 1.300 kilometer kan kira-kira, nah itu kaya gitu, memang masalah trotoar kita tinggal kita bereskan," papar Ahok.

Kendati demikian, perbaikan trotoar di Jakarta tidak perlu menunggu sampai 10 tahun. Ahok berjanji sebelum 2016 berakhir, perbaikan trotoar di Jakarta sudah mulai nampak.

"Tahun ini juga akan keliatan sampai Oktober, minimal prototype jalan utama kamu sudah lihat beda supaya kamu ngerti, sekarang sudah ada modelnya," jelas Ahok.

Ia menjelaskan, kekurangan trotoar di Jakarta adalah tidak memiliki ducting sehingga kabel utilitas sering tidak tertata. Ducting juga perlu didukung oleh penggunaan boks untuk saluran kabel. Hal itu menjadi salah satu hal yang ke depannya akan diperbaiki.

"Jadi orang gali fiber optic, PLN, semua bongkar lagi makanya sekarang saya wajibkan bikin model ini ada trotoar semen saja, saya juga enggak mau ada keramik, enggak mau batu alam, kita main di semen," jelas Ahok.

Ahok juga mengatakan trotoar di Jakarta mulai memakai inovasi semen beton yang dapat menyerap air.

"Itu yang lagi kita bikin di Taman Pandang Istana, semennya itu bisa nyerap air, itu sudah uji coba di Tebet juga," ujar Ahok. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya