Sekolah Jangan Terima Siswa Titipan

MI
05/8/2015 00:00
Sekolah Jangan Terima Siswa Titipan
(MI/RAMDANI)
SEJUMLAH kepala sekolah di Depok saat ini resah karena banyaknya berkas siswa titipan yang masuk ke meja mereka. Dengan cara menitip demikian, para orangtua berharap, meski nilai tidak memenuhi syarat, anak mereka bisa diterima di sekolah yang mereka inginkan.

"Sedikitnya ada 400 berkas siswa titipan yang saya terima. Jumlah itu melebihi daya tampung sekolah yang hanya 360 siswa," ungkap salah satu kepala SMA negeri di Depok yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, kepala sekolah lainnya mengaku mendapat intimidasi dan ancaman jika siswa yang dititipkan tidak dapat diterima. "Saya tidak bisa keluar ruangan karena ruang saya dikunci dari dalam oleh kelompok orang tertentu, tetapi saya tidak takut," ungkapnya.

Kondisi itu membuat Irjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Daryanto mengingatkan pengelola SMP, SMA, dan SMK negeri di Depok agar menolak siswa titipan. Penerimaan peserta didik baru harus sesuai dengan kuota.

"Kemendikbud ingin penerimaan peserta didik baru bersih dari titipan," tegasnya, kemarin. Laporan yang ia terima saat ini, ada 9.400 berkas siswa titipan.

Laporan itu tersebar di 41 sekolah negeri mulai SD hingga SMA dan SMK di Depok. Ia khawatir, jika berkas siswa titipan itu diterima pihak sekolah, bisa mengganggu daya tampung sekolah.

"Kami akan segera membentuk tim yang bertugas memantau penerimaan siswa baru di semua sekolah negeri di Depok. Ini penting untuk menjaga citra pendidikan," tuturnya.

Tidak mendidik    
Secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasyim juga mengingatkan para orangtua agar tidak memaksakan anak mereka masuk ke sekolah dengan cara-cara yang tidak mendidik.

"Kami mengharap kesadaran dari orangtua siswa, janganlah memaksakan diri," tuturnya.

Ia mengakui di DPRD sendiri banyak anggota dewan yang menitipkan siswa kepada kepala sekolah. Dia juga mengaku menerima 50 berkas dari para orangtua yang hendak menitipkan anak mereka.

"Akan tetapi, saya tolak karena saya ingin pendidikan di Kota Depok berkualitas," ujarnya.

Kepada para kepala sekolah, Nurhasyim menekankan untuk berani menolak para siswa titipan.

"Kepala sekolah harus berani menolak siswa titipan yang dibawa oknum pejabat, DPRD, atau pihak lain. Jika tidak sesuai dengan proses dan prosedur penerimaan siswa baru, segera laporkan ke Irjen Kemendikbud agar cepat ditindaklanjuti," kata Nurhasyim. (KG/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya