Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) menyayangkan tahapan pembangunan pulau buatan di Teluk Jakarta tidak dilakukan optimal. Di Jepang, Yokohama, pembangunan pulau buatan harus didahului dengan pembersihan air dan kontrol sistem agar kualitas air kembali bersih. Saat ini data mengenai hal itu belum tersedia sehingga dikhawatirkan kualitas air memburuk. "Sejauh ini pemerintah belum melakukan serangkaian tahapan itu. Seharusnya sudah dilakukan sejak 1990-an," kata Hendricus Andy Simarmata, ahli bidang bidang ketahanan, perubahan iklim, dan urbanisasi di Kantor Sekretariat IA-ITB, Jakarta, akhir pekan lalu. Salah satu hal yang terlupakan, menurut Andy, ialah bagaimana proses pengolahan sampah dan kebutuhan air di kawasan Teluk Jakarta dan Jakarta Utara. Pada 1990-an, warna air di kawasan itu masih biru, kemudian berubah menjadi keruh dari tahun ke tahun.
Ahli Bidang Kebijakan Pembangunan dan Perencanaan Kota ITB, Bernardus Djonoputro, menambahkan masyarakat harus menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan penggunaan air tanah harus dibatasi. Pengaturan air dari hulu perlu ditinjau ulang agar masyarakat Jakarta bisa mengambil air langsung dari sungai. "Kalau sumber air diproteksi, pemanfaatan air di bantaran sungai di Jakarta menjadi hal yang biasa" ujarnya. Untuk itu, IA-ITB akan merekomendasikan strategi penanganan Teluk Jakarta berdasarkan pendekatan teknokratis. Rekomendasi akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan kepada publik pada 1 November mendatang. Rekomendasi tersebut merupakan hasil penelitian dari beberapa pakar untuk membentuk kebijakan berbasis keilmuan.
"Jangan sampai siklus bisnis selesai dan balik modal, setelah itu terjadi bencana yang menanggung kan pemerintah. Antara investasi dan ketahanan rentang waktunya 15-20 tahun. Tapi menjaga kelangsungan ini menjadi koridor pemerintah," papar Andy. Karena itu, pembangunan Great Giant Sea Wall harus mempertimbangkan risiko yang akan ditimbulkan. Nantinya, air dari 13 zona sungai bermuara di sana dan akan diolah menjadi sumber air cadangan penduduk Jakarta. Air-air itu sebagian juga akan dipompa ke laut dengan menggunakan pipa-pipa besar. Namun, risiko sedimentasi juga ada sehingga pengerukan harus dilakukan terus-menerus. "Konsekuensi terhadap keseluruhan ekosistem harus diperhatikan," tandas Bernardus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved