Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Elan Jaelani, 32, di Kampung Nagrok RT 02/12, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, selalu diramaikan pelajar.
Seperti sore di akhir pekan lalu, 5 anak perempuan dan 1 anak laki-laki seperti janjian datang bersamaan ke sana. Meraka ialah Rizka dan Dita, siswi kelas 6 SD; Alfi Alisa siswi, kelas 1 SMP; Satria, siswa kelas 1 SD; serta Nataya dan Nabil, siswi kelas 5 SD.
Mereka membawa kantong plastik (keresek) berisi sampah. Sesampainya mereka di rumah Elan, sampah ditimbang. Lalu, mereka secara bergantian memilih dan mengambil buku di sebuah rak yang ada di teras depan.
Satu per satu mengambil posisi yang nyaman. Ada yang duduk di kursi bambu dan ada yang duduk lesehan di lantai, bahkan ada yang setengah tiduran dan langsung membaca.
Menurut Elan, pelajar yang baru datang itu memang pelanggan setia di tempatnya. Mereka hampir setiap hari, sepulang sekolah datang dan membaca di rumah Elan.
Elan mengatakan, siapa pun boleh dan bisa bebas membaca di perpustakaan miliknya. Syaratnya membawa sampah, khususnya sampah plastik. Semakin banyak sampah yang dibawa, semakin baik.
Dengan sampah yang dibawa, mereka bukan hanya bebas membaca, melainkan juga bisa menabung karena sampah itu dihargai.
"Sampahnya dikilo (timbang), sebagai penggantinya bisa berupa makanan atau jajanan atau uang. Uangnya tidak diambil, tetapi disimpan, ditabung di sini," kata Elan kepada Media Indonesia.
Di teras rumahnya, Elan yang merupakan lulusan S-1 Sistem Informasi STIMIK MH Thamrin, Jakarta, itu membuat perpustakaan mini pada 2015. Ia bermodalkan etalase kaca berukuran 2 x 4 meter. Koleksi bukunya waktu itu baru 100-an. Kini koleksi bukunya hampir mencapai 1.000.
Di Perpustakaan Sampah itu, juga ada warung sampah yang terdiri atas makanan-makanan ringan anak-anak. Bukan itu saja, warung itu juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ibu-ibu di dapur, seperti bumbu masak dan sabun cuci.
Ada juga tabungan sampah. Elan menyebutkan itu cikal bakal Bank Sampah. Sampah yang dibawa anak-anak itu ditimbang dan ditulis.
"Rata-rata mereka kurang dari 1 kilogram karena itu sampahnya ditabungkan. Nantinya jika sudah 1 kilogram, anak-anak dikasih pilihan. Apakah mau tetap ditabungkan atau ditukar dengan jajanan yang harganya sama dengan Rp2.000 atau Rp2,500.
Namun, ada juga yang membawa sampah banyak dan langsung bisa ditukar makanan," ungkapnya. Biasanya, tabungan sampah diambil saat Lebaran. (J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved