Perpustakaan Dipandang Sebelah Mata

Dede Susianti
05/8/2016 10:10
Perpustakaan Dipandang Sebelah Mata
(Kondisi Perpustakaan Umum Kota Bogor di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal---MI/Dede Susanti)

PERPUSTAKAAN umum belum menjadi perhatian serius di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bogor. Padahal, keberadaan perpustakaan di Kota Bogor masuk di area Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pajajaran, di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal. Letaknya strategis, pusat berkumpulnya banyak orang. Ada di bagian depan, tetapi jarang didatangi pengunjung.

Sehari-hari hanya sekitar 30 pengunjung mendatangi gudang ilmu itu. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, memang ada peningkatan jumlah pengunjung. Tahun lalu rata-rata 20 orang saja.

Saat Media Indonesia berkunjung ke sana, dari tampilan fisik gedungnya tidak ada yang menarik. Temboknya kusam, cat kayu mengelupas, dan bagian atap gedung banyak bolong akibat keropos. Kondisi di dalam perpustakaan serupa. Penerangan minim sehingga koleksi buku yang dipajang di etalase atau rak tidak mampu menarik perhatian pengunjung.

Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan, Perpustakaan Umum Kota Bogor, Nurchasanah mengakui kekurangan itu.

Kondisinya memang tidak sesuai dengan era digital yang modern. Ia mengaku sudah ditawari perpustakaan nasional (pusnas) untuk mendigitalisasi koleksi buku melalui program Indonesian One Search. Namun, tawaran itu ditampik karena belum ada tenaga dan IT yang mumpuni.

"Sudah ada tawaran bantuan dari pemerintah atau perpustakaan provinsi. Katanya kita sediakan lahan, buat DED-nya, nanti dibantu. Akan tetapi, kita belum bisa lakukan pengembangan. Lahannya belum ada. Ada lahan pemkot di Bubulak, tapi kami pikir kurang strategis. Sekarang lokasi di pusat kota saja begini, Bubulak itu pinggir akan semakin sulit untuk jangkauan pengunjung," dalihnya.

Menurut Nurchasanah, perpustakaan terpadu bisa jadi icon membangun peradaban. "Jangan sampai perpustakaan dianggap kurang penting," kata dia.

Untuk meningkatkan minat baca warga Bogor, pihak pengelola Perpustakaan Umum Kota Bogor banting setir. Mereka menjemput bola dengan perpustakaan keliling. Strategi itu membuahkan hasil. Minat baca, khususnya dari kalangan anak-anak, diakuinya meningkat signifikan. Indikatornya dari jumlah kunjungan.

"Satu titik saja bisa 150 pengunjung atau anak sekolah yang mendatangi mobil kita. Di perpustakaan mobile ini kita memang menyediakan karpet bermotif. Ini agar mereka, anak-anak, tertarik," kata dia.

Hal itu seperti yang terlihat pada Selasa (2/8) di SD Polisi 2 Kota Bogor. Saat jam istirahat, ratusan siswa mengantre di mobil perpustakaan.

Mobilitas mobil perpustakaan keliling juga meningkat. Setiap bulan kini 30 titik didatangi. Sebelumnya hanya 8 titik. "Banyak sekolah minta didatangi. Minimal dua minggu sekali, tapi keterbatasan tenaga sehingga belum bisa kami penuhi," kata dia.(J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya