Pemkot Depok Razia Makanan Ringan Bergambar Porno

Kisar Rajaguguk
04/8/2016 19:31
Pemkot Depok Razia Makanan Ringan Bergambar Porno
(Istimewa)

DINAS Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok merazia toko terkait kasus peredaran makanan ringan Bikini alias bihun kekinian yang menampilkan pakaian dalam wanita dengan gambar dada dan bokong. Makanan ringan ini diproduksi di Bandung dan sudah beredar di berbagai daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Agus Suherman mengatakan sejumlah toko seperti supermarket dan minimarket dirazia untuk memeriksa makanan ringan yang bungkusnya bergambar vulgar. Dari hasil razia tidak ditemukan makanan ringan yang dimaksud.

"Hasil sidak kami di sejumlah titik supermarket. Namun tidak ditemukan makanan ringan Bikini," katanya, Kamis (4/8).

"Karena ini kemasannya sudah meresahkan orangtua ya ditambah lagi ada slogan vulgar. Pengawasan makanan seperti ini akan kami terus lakukan. Untuk sementara makanan snack bikinian gak ada di Depok," tandasnya.

Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Sahat Farida Berlian mengatakan jika kemasan makanan snack Bikinian dengan objek gambar kartun tubuh wanita menurutnya salah satu bentuk pengkerdilan terhadap perempuan.

"Kalau tidak salah KPAI sudah meminta produk tersebut ditarik dari pasaran. Menurut saya produk ini adalah salah satu pengkerdilan tubuh perempuan. Ngapain juga jual bihun yang dipake adalah gambar tubuh perempuan," katanya.

Menanggapi beredarnya makanan ringan yang menjurus ke arah pornografi itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Reza Indragiri Amriel mengatakan, dari perspektif kampanye komersial, nama-nama tersebut sudah sempurna.

Namun tanpa sadar penamaan sedemikian rupa mencerminkan menurunnya kepekaan terhadap nilai sakral tubuh manusia. Dicontohkan, sebenarnya ada nama makanan yang tidak kalah vulgar selain bikinian yakni rawon setan. "Namun rawon setan masih bisa tertoleransikan. Persepsi orang-orang dewasa akan integritas tubuh (body integrity) sudah menyimpang jauh. Tak aneh jika persepsi anak akan hal yang sama juga akan terdistorsi," kata Reza.

Dirinya menjelaskan adanya nama makanan yang berbau pornografi itu tentu merusak kognitif anak. Saat ini boleh jadi baru sebatas kognitif anak yang dirusak. Tapi itu pintu masuk bagi afeksi dan motorik, dimana anak-anak tidak ragu lagi menampilkan tindak-tanduk yang jauh dari integritas tubuh yang sepatutnya.

"Mulai dari gaya berbusana, gaya berelasi antarjenis kelamin, hubungan seksual pra-nikah, dan lain-lain," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya