Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perusahaan Listrik Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) mulai mengoperasikan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Sumber listrik tersebut diperuntukan bagi masyarakat umum pelanggan nontetap yang belum mendapat layanan listrik secara legal.
SPLU Sumber Listrik Pintar (Beji Lintar) beroperasi secara standing (berdiri) dan hook (menggantung). Untuk tipe standing memuat listrik sebesar 4 KwH meter. Lalu tipe hook 2 KwH meter.
Pertama kali diresmikan, SPLU sudah tersedia di Lokasi Sementara (Loksem) pedagang kaki lima Jalan 1 Maret, Pegadungan, Cengkareng, Jakarta Barat.
Di tempat tersebut, SPLU memasok lebih dari 20 warung pedagang dan kebutuhan listrik masyarakat sekitar.
"Sampai 27 Oktober 2016, kita targetkan SPLU sudah terpasang di 200 titik di Jakarta. Ini menjadi inovasi listrik di tempat umum. Masalah listrik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kita sediakan SPLU untuk masyarakat di luar kawasan perumahan," terang General Manager PLN Disjaya Syamsul Huda, Kamis (4/8).
Keberadaan SPLU, lanjutnya, lahir setelah ada nota keepahaman (MoU) antara PT PLN Disjaya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Arahnya, supaya dapat membendung kasus pencurian listrik dan menjadi bekal untuk menuju kawasan Smart City (kota cerdas) di Jakarta yang berbasis teknologi.
Cara menggunakan SPLU dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Untuk memperoleh layanan, konsumen terlebih dahulu harus membeli token listrik. Pada panel, pelanggan tinggal membuka ID pengguna dan memasukan nomor voucher token.
"Tarif khusus SPLU sebesar Rp1.530 per-KwH. Tiap KwH, berisi 5.500 VA (volt amper)," katanya.
Untuk perawatannya, petugas PLN akan melakukan pengecekan secara berkala. Namun, masyarakat dapat melaporkan ke PLN kapanpun apabila menemukan ada SPLU yang mengalami kendala saat beroperasi.
"Kita buka layanan 24 jam. Silahkan menghubungi contact centre kita di nomor 123. Itu apabila ada kerusakan SPLU atau masyarakat kesulitan mengoperasi mesin karena belum mengetahui informasi secara lengkap," imbaunya.
Kepala Divisi Operasi PLN Regional Jawa Bagian Barat, Nyoman Astawa menambahkan, inovasi demikian untuk menjawab tantangan layanan kebutuhan listrik masyarakat yang tinggal di tempat semestinya.
"Masih banyak masyarakat kita yang belum mendapat listrik secara permanen. Untuk itu, kita sediakan layanan listrik temporer lewat SPLU," ucapnya.
Ia berharap, karena fungsinya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, seluruh SPLU dapat dijaga bersama-sama keberadaannya.
"Kita juga sudah sosialisasi kepada masyarakat supaya fungsinya dapat berjalan secara maksimal. Masyarakat juga dapat menjaganya," pintanya.
Untuk membangun SPLU, Nyoman mengaku butuh masukan-masukan dari masyarakat. Tentunya terkait aplikasi yang sedang berjalan apakah menyulitkan masyarakat dalam penggunaannya atau tidak. Lalu tempat-tempat yang memang sangat mendesak perlu adanya layanan SPLU.
"Kita juga tidak mau program kita bertentangan dengan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah. Untuk itu, butuh masukan-masukan yang membangun dan dibutuhkan masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, jika SPLU sudah tersedia secara menyebar, kasus pencurian listrik pasti dapat ditanggulangi. Persoalan selama ini, kasus pencurian listrik didorong akibat masyarakat kesulitan untuk mendapat listrik secara legal.
"Untuk berlangganan listrik, syaratnya ada alamat tempat tinggal. Itu yang jadi masalah bagi PKL di jalan. Selain kebutuhan listrik umum, SPLU juga bisa dipakai mengisi bahan bakar motor dan mobil listrik. Seperti kita ketahui, di kota besar saat ini mulai marak penggunaan motor dan mobil listrik. Nanti pengendara tidak perlu bingung kalau ingin mengisi bahan bakar listrik jika sampai kehabisan bahan bakar," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved