Kematian Mirna Hitungan Detik

MI
04/8/2016 08:30
Kematian Mirna Hitungan Detik
(LEMAH: Potret kombo ekspresi wajah terdakwa Jessica Kumala Wongso---ANTARA/Rosa Panggabean)

DOKTER spesialis forensik yang menjadi saksi ahli, Slamet Purnomo, meyakini Wayan Mirna Salihin meninggal dunia karena meminum sesuatu yang berisi racun sianida. Kematian itu berlangsung cepat, hanya dalam hitungan detik, karena dosis sianida yang sangat tinggi.

"Melihat dari kematiannya yang begitu cepat, konsentrasi sianida seharusnya sangat besar, lebih besar dari kadar mematikan," tutur Slamet saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan tersebut, Otto Hasibuan, sempat mempertanyakan hasil forensik yang dilakukan Slamet bersama timnya itu. Ia mempertanyakan apakah sianida juga ditemukan di jantung Mirna.

Slamet menjawab sianida tak ditemukan di hati karena belum sampai ke sana. "Secara forensik, prosesnya sangat cepat, hitungannya detik," tegas Slamet.

"Apakah Anda telah memeriksa jantung, kepala, dan otak? Pada kasus kematian, autopsi harus dilakukan dari kepala sampai bawah untuk mencari tahu penyebabnya," kembali Otto bertanya.

Mendengar itu, suara Slamet meninggi. Ia menegaskan pemeriksaan terhadap jasad korban telah dilakukan secara menyeluruh. Bahkan ia menemukan kandungan sianida pada bagian dalam organ Mirna mencapai ambang batas, yakni 0,2 mg/liter. "Anda meragukan saya sebagai dokter? Betul ada sianida. Jadi dia meninggal karena racun," ucapnya. (DA/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya