Inflasi Jakarta Terendah dari Rata-Rata

Basuki Eka Purnama
02/8/2016 16:03
Inflasi Jakarta Terendah dari Rata-Rata
(ANTARA)

BANK Indonesia DKI Jakarta mengklaim pengendalian indeks harga konsumen di ibu kota semakin terkendali dengan inflasi bulanan Juli 0,64%, lebih rendah dari rata-rata inflasi Juli lima tahun terakhir sebesar 1,01%.

"Ini terutama karena pengendalian inflasi pangan, menurunnya harga energi sejak awal tahun, dan masih terbatasnya tekanan dari sisi permintaan masyarakat," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Doni Joewono, dalam siaran pers, Selasa (2/8).

Inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) yang kerap meningkat pada saat Idul Fitri, menurut Doni, saat ini menunjukkan pergerakan yang stabil.

Misalnya, komoditas beras yang kerap mengalami kenaikan harga pada Idul Fitri, bergerak relatif stabil dan hanya mengalami inflasi sebesar 0,08%.

"Hal serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam ras dan daging sapi yang hanya mengalami inflasi masing-masing sebesar 1,11% dan 1,06%," ujarnya.

Dengan begitu, pencapaian inflasi bahan makanan pada Juli 2016 sebesar 1,36%. Doni menuturkan inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi pada Idul Fitri dalam 5 tahun terakhir, yang mencapai rata-rata 1,86%.

Menurut dia, pelaksanaan program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta juga telah berkontribusi mengendalikan gejolak pangan.

Contoh program TPID itu antara lain, berbagai strategi manajemen stok, operasi pasar, pasar murah, bazaar dan subsidi pangan.

"Keterlibatan BUMD pangan, jajaran SKPD di Provinsi DKI Jakarta, instansi pemerintah dan swasta lainnya, fungsi koordinasi yang baik serta panjangnya durasi waktu untuk kegiatan operasi pasar dan pasar murah pada tahun ini, turut memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi," ujarnya.

Sejalan dengan tekanan yang menurun pada volatile foods, kelompok administered prices juga mengalami pergerakan yang stabil.

Doni menerangkan tingkat permintaan jasa transportasi pada masa libur Idul Fitri, terutama pada moda angkutan udara dan antarkota tercatat relatif lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Angkutan udara yang kerap mengalami inflasi tinggi pada Hari Raya Idul Fitri, hanya mengalami inflasi sebesar 4,08%. Adanya pembangunan infrastruktur jalan tol seperti Tol Cipali menyebabkan alternatif moda transportasi dan ketersediaan jalur transportasi darat menjadi semakin variatif," ujar Doni.

Dengan demikian, kata Doni, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,71%, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata bulan Idul Fitri dalam 5 tahun terakhir yang sebesar 1,52%.

Dengan capaian inflasi hingga Juli, laju inflasi Januari-Juni 2016 sebesar 1,41% (year to date), yang juga lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun sebelumnya yakni 3,04%. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya