Lelang Konsolidasi Cegah Proyek Mangkrak

(Put/J-2)
02/8/2016 02:50
Lelang Konsolidasi Cegah Proyek Mangkrak
(MI/PANCA SYURKANI)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan instruksi kepada dinas pendidikan untuk menggunakan lelang konsolidasi dalam proses rehabilitasi bangunan sekolah agar tidak terhenti di tengah jalan atau mangkrak. Ahok mengatakan itu terkait dengan proses rehabilitasi total bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 164 yang sejak 2012 hingga kini belum selesai. Pada saat rehabilitasi dimulai, lelang konsolidasi belum dikenal sehingga proyek sekecil apa pun harus melalui proses tender lama dan bisa dimenangkan perusahaan kontraktor kecil yang kurang berpengalaman.

Lelang konsolidasi ialah proses melelang seluruh tender yang terdiri atas ratusan proyek rehabilitasi sekolah dalam satu waktu. Pemenangnya hanya beberapa kontraktor yang wajib menyelesaikan proyek dalam kurun waktu yang ditentukan. Menurut Ahok, dengan lelang konsolidasi, pembangunan akan lebih cepat selesai karena instansi tidak perlu terus-terusan menggelar lelang untuk ratusan proyek. "Makanya saya ingin semua dilakukan melalui lelang konsolidasi. Masih banyak yang enggak mau (melakukan lelang konsolidasi) karena enggak bisa main mata sama kontraktor. Dahulu yang menang tender cenderung kontraktor kecil dan bermasalah. Kalau lelang konsolidasi, (kualitas) kontraktornya terjamin karena harus mengerjakan partai besar sekaligus," kata Ahok di Balai Kota, pekan lalu.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan DKI Icih Yuningsih mengatakan pembangunan SMPN 164 memang baru selesai pada 2015. Namun, paket pengerjaan yang diselesaikan itu baru tingkat struktur. Sementara itu, lelang penyelesaian pengerjaannya hingga kini baru sampai tahap pengajuan dokumen. "Paket pengerjaannya memang satu tahun dan tidak multiyears. Makanya, pekerjaannya berhenti dan dilanjutkan tahun ini. Dokumen manajemen konstruksi untuk penyelesaiannya sudah diajukan dan semoga bulan depan sudah bisa lelang dan tanda tangan kontrak pemenangnya," kata Icih. Nilai kontrak rehabilitasi total bangunan SMPN 164 pada 2013 mencapai Rp6,25 miliar. Sementara itu, pada lelang 2015, nilainya mencapai Rp11,65 miliar sehingga total dana yang dikeluarkan untuk rehabilitasi bangunan sekolah itu mencapai Rp18,9 miliar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya