Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TANGAN renta Suroh menggenggam erat tali yang diikatkan ke tenda miliknya. Sesekali bambu pada tenda itu digoyang untuk memastikan tendanya kukuh. Suroh menambahkan lampu kelap-kelip serta musik dangdut yang dipasang dengan pengeras suara untuk menarik minat pengunjung mampir ke warung remang-remang miliknya. Lampu yang menyala dan musik dangdut yang beradu antara satu warung dan warung lainnya menjadi penanda kehidupan malam di tepian rel kereta api di Matraman, Jakarta Timur, dimulai.
Saban hari selepas matahari terbenam, Suroh dan belasan pemilik warung lain bergegas mendirikan warung yang hanya terbuat dari bambu dan penutup terpal berukuran 3 x 2 meter. Lokalisasi kelas bawah yang dikenal dengan kawasan Gunung Antang itu masih hidup meskipun tempat tersebut sudah digusur pada Mei 2016. Penggusuran dilakukan untuk pembangunan proyek double-double track (DDT) atau rel ganda Manggarai-Cikarang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Puluhan warung remang-remang dan petak-petak kamar sudah dirobohkan. Namun, dengan tempat seadanya, nyatanya warung-warung itu tetap bermunculan.
Semakin malam, laki-laki dari berbagai wilayah datang berburu pekerja seks komersial (PSK) yang duduk menunggu pelanggan di tenda-tenda itu. Lapak judi dan minuman keras pun menambah geliat malam di tempat itu tak pernah redup. “Saya tahu ini sudah dibongkar, tapi itu warung kan masih buka. Di Jakarta di mana lagi (lokalisasi kelas bawah) selain di sini,” kata seorang pengunjung yang mengaku datang dari Senen, Jakarta Pusat.
Warung-warung itu terletak di dua sisi utara dan selatan pinggir kereta api. Sisi utara masuk wilayah Matraman dan sisi selatan masuk wilayah Jatinegara. Batas jarak antara rel dan warung itu kurang lebih 1,5 meter. Di tempat itu juga terdapat beberapa bilik kamar. Para pemilik warung kerap waspada memasang telinga dan menajamkan pandangan dengan penerangan dibantu senter karena kereta rel listrik (KRL) commuter line ke arah Jatinegara bisa lewat kapan saja. Mereka akan berteriak mengingatkan setiap orang untuk menepi setiap kereta sudah dekat.
Menurut Suroh, jumlah PSK yang masih bertahan pun tak sedikit. Setiap malam ada puluhan perempuan penghibur yang mangkal di lokalisasi tersebut. Menjelang pagi, pinggiran rel itu mendadak sunyi. Hanya ada bambu-bambu dan tumpukan tenda. Minuman keras, pengeras suara, dan meja untuk tamu sudah tak tampak lagi. Pagi hingga sore hari, hiruk pikuk di daerah itu berasal dari proyek pembangunan DDT. Berbagai alat berat terparkir siap untuk meratakan tanah. Saat dimintai konfirmasi, Kepala Divisi Bidang Pertanahan Proyek DDT Jonny S berkukuh prostitusi di tempat itu sudah padam setelah ditertibkan. “Nggak ada kok. Itu sudah nggak ada bangunan. Itu tempat kan sudah jadi pembangunan proyek. Nggak ada lagi (prostitusi),” tegasnya. (Akmal Fauzi/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved