Baju Korps Adhyaksa Mampu Tipu Warga

MI
30/7/2015 00:00
Baju Korps Adhyaksa Mampu Tipu Warga
(ANTARA/WIDODO S. JUSUF)
PENAMPILAN sering kali mengecoh dan mereka yang sangat percaya atas penampilan pasti mudah tertipu. Modus itu kerap dipakai penipu karena masih banyak masyarakat yang percaya kulit daripada isi. Derita Sumiati dan belasan warga Kecamatan Serpong menambah catatan itu.

Awalnya Sumiati, 44, kepincut memiliki mobil untuk berlebaran ke kampung halamannya. Saking kepinginnya, dia tidak sabar menunggu pengajuan kredit disetujui leasing.

Di sinilah awal bencana warga RT 03/01 No 90, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini. Dia tak sabar menunggu proses pengajuan kredit berjalan normal, inginnya bisa segera disetujui pihak leasing. Di tengah kondisi demikian, datanglah pria bernama Nadih yang membawa angin segar. Nadih belakangan diketahui sejumlah warga di sekitar tempat tinggalnya sebagai salah satu anggota Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa, Tangerang. Dia dinilai warga mudah bergaul dan pandai bersilat lidah. Apalagi, selain menebar janji manis, Nadih sering terlihat mengenakan seragam anggota kejaksaan, lengkap dengan tanda satu balok di bagian bahu. Lantaran Nadih mengaku memiliki pengaruh di tempat jasa perkreditan yang ditunjuk dan mampu mempermudah pengajuan kredit, korban tanpa curiga sedikit pun menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan. "Fotokopi KTP dan kartu keluarga (KK) saya kasih ke dia (pelaku). Saya sih percaya saja karena dia selalu pakai seragam kejaksaan," sesal Sumiati.

Beberapa hari pasca-Lebaran, ia baru sadar telah menjadi korban penipuan. Siang itu, Sumiati ditelepon pihak leasing yang mengingatkannya segera membayar biaya cicilan mobil angsuran pertama lantaran telah lewat waktu. Dia pun segera mendatangi kantor leasing dan apa yang sangat dikhawatirkannya terbukti benar, nama Sumiati tertera sebagai pengambil kredit mobil. "Lemas saya," lirihnya.

Sumiati mengisahkan, Nadih terakhir datang ke rumahnya setelah membawa dokumen syarat kredit. Bahkan, pelaku juga membawa kabur sepeda motor miliknya dengan alasan mempercepat waktu tempuh ke kantor leasing.

Korban Nadih rupanya bukan hanya Sumiati. Setelah ditelusuri, ada belasan warga yang juga ditipunya. Bentuknya, mulai iming-iming bantuan kepengurusan surat tanah, masuk sekolah negeri unggulan, hingga seleksi masuk pegawai pemerintahan. "Saat didatangi tempat tinggalnya, katanya sudah pindah (rumah). Kalau lagi mengobrol di rumah warga, dia sering menggeletakkan pistol di atas meja," tandasnya.

Soal ini, Kepala Kejari Tigaraksa Maju Ambarita menampik ada anggotanya yang sesuai identitas pelaku. Pihaknya pun langsung menurunkan tim untuk menelusuri kasus itu. Menurutnya, selain meresahkan warga, aksi pelaku juga mencoreng wajah Korps Adhyaksa. (Deni Aryanto/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya