Sistem Ganjil Genap Bisa Kurangi 20 Persen Kendaraan

Selamat Saragih
25/7/2016 18:36
Sistem Ganjil Genap Bisa Kurangi 20 Persen Kendaraan
(MI/Galih Pradipta)

PELAKSANAAN uji coba ganjil genap diserahkan kepada pihak kepolsiian. Atas kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu diperkirakan mampu mengurangi kendaraan hingga 20 persen di jalan raya.

"Kami ikuti saja. Kan Ditlantas nanti yang pimpin," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/7).

Ahok menilai meski jumlah kendaraan dengan nomor polisi terakhir ganjil dan genap hampir sama, tetapi hanya bisa mengurangi jumlah kendaraan sebanyak 20 persen. "Jadi walaupun ganjil genap ada 50 persen prakteknya nggak mungkin bisa pas 50 persen berkurang volumenya. Paling hanya 20 persen," ujarnya.

Ahok menilai pembatasan kendaraan akan lebih maksimal jika ada sistem electroic road pricing (ERP). Kalau sistem ERP diberlakukan kita merasa yakin bisa mengurangi hingga 80 persen jumlah kendaraan yang ada.

"Paling cocok ERP. Kalau pakai ERP bisa tekan sampai 80 persen, tergantung tarif. Kalau ini (ganjil genap) nggak bisa," ujarnya.

Dalam uji coba belum akan dikenakan sanksi kepada kendaraan yang melanggar. Namun tetap jika ada pengendara yang memalsukan nomor polisi kendaraan, sanksi terberat bisa dipidanakan. "Sekarang teguran dulu. Kalau palsuin nanti dia dipidana," tegasnya.

Seperti diketahui Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta bersama dengan Polda Metro Jaya akan melakukan uji coba sistem ganjil genap pada 27 Juli mendatang. Kebijakan ini akan berlaku pada ruas jalan eks 3 in 1 dan Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya