Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama PAM Jaya Erlan Hidayat mengatakan kebutuhan air baku di Jakarta semakin mendesak. Hal itu disebabkan terutama oleh penduduk yang beralih menggunakan pipa rerus bertambah.
Contohnya penghuni rusun. Erlan menjelaskan bahwa tanpa melakukan penambahan pelanggan dua mitra pengelola air yakni PT PAM Lyonnaise Jaya dan PT Aetra, angka pengguna air pipa dipastikan bertambah karena pengalihan penduduk yang tinggal di bantaran kali dan jalur hijau.
Jumlah pasokan ideal air baku saat ini harusnya mencapai 20.000 liter perdetik. Namun pada kenyataannya, kapasitas air baku yang masuk baru mencapai 16.800 liter perdetik. Kekurangan air baku sebesar 3.200 liter perdetik saat ini bisa rerus bertambah hingga mencapai 13.000 liter perdetik pada tahun 2020 jika tak ada penambahan pasokan.
"Pertumbuhan pengguna di Jakaeta terlampau cepat. Sementara stok air baku dari tahun 2007 sampai sekarang tak pernah bertambah. Ada yang harus dilakukan agar tak ada krisis air," kata Erlan di Jakarta Pusat, Kamis (21/7).
Akibat kekurangan air baku, Erlan mengatakan perluasan pelayanan masih cukup sulit dilakukan. Padahal, perluasan jaringan air pipa mutlak diperbuat agar penyedotan air tanah bisa dikurangi. Pencegahan penyedotan air tanah yang belum maksimal berimbas pada terus menurunnnya muka tanah di Jakarta yang bisa membuat utara Jakarta terendam banjir rob semakin parah dari waktu ke waktu.
Tak hanya itu, semakin berkurangnya air tanah menyebabkan intrusi air laut semakin meluas.
Solusinya, pemanfaatan air sungai harus segera dimaksimalkan melalui pembangunan instalasi pengelolaan air atau water treatment plant (WTP). Namun, hingga kini Surat Izin Pemanfaatan Air (SIPA) yang sudah diajukan PAM Jaya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang sudah diajukan sejak November 2015 belum juga diterbitkan.
"Kita mau bangun bisa. Tapi kalau airnya belum boleh pakai bagaimana? Sungai Pesanggrahan, Sungai Krukut, Kanal Banjir Timur, Kanal Banjir Barat kan bukan punya kami. Izinnya harus dari pemerintah pusat," tuturnya.
Jika empat WTP di empat sumber air tersebut beroperasi, Erlan optimis pihaknya bisa mendapat tambahan air baku sebesar 7000 liter perdetik. Tak hanya WTP, Erlan pun berharap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur yang berkapasitas 5000 liter perdetik juga bisa diselesaikan pemerintah pusat secepatnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved