Dua Warga Depok Tewas di Lokasi Berbeda

Kisar Rajaguguk
19/7/2016 18:08
Dua Warga Depok Tewas di Lokasi Berbeda
(Ilustrasi)

Pertama, seorang anak berusia di bawah lima tahun (balita) bernama Fajar Canegia ditemukan tewas mengenaskan di lubang hydrant (pipa air) pemadam kebakaran di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Banjaran Pucung, RT 006 RW 04, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok. Korban tewas lainnya bernama Entis Sutisna, 55, pedagang gorengan ditemukan di Pancoran Mas.

Kepala Polsek Cimanggis Komisaris Agung mengatakan kematian Fajar karena kurangnya pengawasan orangtua sehingga terperosok ke dalam lubang hydrant di Rusun.

"Saat ditemukan kondisi Fajar sangat mengenaskan. Korban pertama kali ditemukan Tarwin, petugas kebersihan Rusun tersebut. Dia ditemukan mengambang di sebuah lubang hydrant yang berada di sekitar lokasi rusun," kata Agung saat korban dievakuasi, Selasa.

Agung mengatakan, berdasarkan keterangan orangtua korban, Fajar pergi ke luar rumah untuk bermain layang-layang. Tidak lama, dirinya mendapat informasi dari petugas kebersihan jasad korban ditemukan sudah mengambang dalam sebuah lubang hydrant.

"Diduga korban terpeleset sewaktu sedang main layangan, lalu masuk ke lubang pengisian air (hydrant) untuk pemadam," katanya.

Setelah diperiksa, terdapat luka memar di tubuhnya. Luka terlihat di bagian kepala atau benjol dan pada bagian punggung belakang. "Luka-luka pada tubuh korban akibat terjatuh ke dalam lubang hydrant," ucapnya.

Setelah diinformasikan, keluarga pun menjemput jasad anaknya. Namun, keluarga menolak untuk dilakukan visum. "Pihak keluarga menerima sebagai musibah kecelakaan. Untuk itu, mereka membuat surat pernyataaan tidak mau divisum dan jenazah kemudian dimakamkam di TPU Cilangkap," tandasnya.

Masih di wilayah Depok, seorang warga ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Kampung Sempu Indah, RT 003/ RW 001, Cipayung, Depok. Diketahui jasad itu bernama Entis Sutisna, 55. Dia seorang pedagang gorengan. Entis ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan posisi tubuh terlentang dan mengenakan sarung.

Kepala Polsek Pancoran Mas, Komisaris Tata Irawan, mengatakan, korban ditemukan di dalam dapur rumahnya. Pertama kali warga curiga saat akan main ke rumah korban terkunci dan lampu luar rumah dalam keadaan menyala. Korban sempat mengajak Zainal, temannya untuk ke luar rumah. Namun, saat itu Zainal sedang mandi.

Entis kemudian pulang ke rumahnya. Baru pada malam hari Zainal menyambangi rumah Entis, tetapi dia curiga rumah itu gelap dan terkunci.

"Hingga malam saksi yang juga tetangga korban curiga belum ada kabar, setelah mendatangi rumah korban pintu terkunci dan lampu luar menyala. Karena curiga yang biasanya tidak pernah dikunci dan lampu menyala, saat melihat dari jendela belakang rumah ternyata korban sudah meninggal dan banyak darah," kata Kapolsek.

Terdapat luka di kepala korban. Namun dari hasil penyelidikan, luka itu disebabkan benturan tembok dapur karena terjatuh. Diduga, korban terjatuh lalu kepala membentur tembok dapur hingga mengakibatkan pingsan.

"Hingga akhirnya meninggal. Selain itu, darah ke luar dan tercecer di lantai hingga kering," ungkapnya.

Dikatakan Kapolsek, tidak ada tanda-tanda rumah korban disatroni maling. Menurut Kapolsek, terlihat dari keadaan posisi awal rumah korban dalam keadaan terkunci rapat dan dua unit motor masih berada dalam rumah.

"Tidak ada indikasi kasus pembunuhan atau pencurian. Karena dari hasil pemeriksaan tim Inafis tidak ada tanda kekerasan atau pencurian, meninggal murni kecelakaan," tutupnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya