DBD Mewabah di Depok

Kisar Rajaguguk
18/7/2016 18:30
DBD Mewabah di Depok
(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)

DEMAM berdarah dengue (DBD) berjangkit di Depok. Rumah sakit umum daerah (RSUD) Sawangan, Depok sejak Januari 2016 hingga 18 Juli 2016 merawat 1.011 penderita DBD. Jumlah tersebut di luar ratusan penderita yang dirawat di 18 rumah sakit swasta di Depok dan Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur RSUD Depok Dewi Damayantim, Senin (18/7). Menurut Dewi, dalam kurun waktu tersebut, jumlah penderita DBD tertinggi terjadi pada kurun Februari-April yang mencapai 191 penderita. Sedangkan perode Mei, jumlah penderita yang dirawat sebanyak 151 orang.

"Jumlah itu meningkat jika dibandingkan Mei 2015. Mei lalu hanya 51 orang yang dirawat di RSUD Sawangan," kata Dewi.

Dari jumlah 151 penderita bukan seluruhnya warga Depok. "Dari catatan kami, warga Depok yang dirawat di RSUD hingga Juli 2016 hanya 126 orang. Sisanya dari luar Depok," ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati mengatakan pemeriksaan jentik berkala (PJB) sudah dilakukan pihaknya untuk mengurangi perkembangbiakkan nyamuk. Dikatakan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan dengan penguburan barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk. Atau, kalau memang ada genangan bisa dilakukan pengurasan. "Kalau tidak memungkinkan baru diberikan abate," katanya.

Menurutnya, DBD dikatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) jika disatu waktu yang sama terjadi peningkatan jumlah penderita tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Misalnya tahun ini tertinggi jumlahnya pada bulan April maka perli dibandingkan dengan tahun lalu apakah terjadi peningkatan di bulan yang sama atau tidak.

"Jika terjadi peningkatan apakah sampai tiga kali lipat atau tidak. Kalau iya baru dikatakan KLB," ungkapnya.

Menggapai kondisi tersebut, anggota Komisi D DPRD Depok Rezky M Noor meminta dinas terkait lebih memperhatikan kondisi tersebut. Selain itu, partisipasi warga juga diperlukan dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk. "Yang membersihkan lingkungan kita kan kita sendiri," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya