Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
"ANAKNYA besok diantar ke sekolah ya Bu. Jangan lupa ketemu dan kenalan sama wali kelasnya," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kepada seorang perempuan di area car free day, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin.
Perempuan bernama Rosita, 38, yang tak menyangka akan disapa Anies itu sempat terkesima.
Namun, kemudian dengan wajah semringah ia mengangguk dan mengatakan bahwa setiap hari ia tidak pernah absen mengantarkan putrinya, Nadifa, 7, ke sekolah.
"Iya Pak, setiap hari saya selalu antar anak saya ke sekolah," katanya menanggapi anjuran Anies.
Mendikbud datang ke area CFD memang untuk menyosialisasikan kepada masyarakat, terutama yang memiliki anak usia sekolah, agar mengantar anak mereka ke sekolah di hari pertama tahun ajaran baru.
Nadifa yang hari itu ikut berolahraga, baru naik kelas 3 SD Bahagia, Kalianyar, Jakarta Barat.
Setiap pukul 06.30 WIB, Rosita memang selalu mengantar anak semata wayangnya itu ke sekolah, meski jarak antara rumah dan sekolah dekat.
Salah satu alasan perempuan itu selalu mengantar dan menjemput Nadifa, antara lain karena kawasan sekitar tempat tinggalnya rawan kejahatan.
"Waktu Nadifa kelas 2, ada adik kelasnya saat pulang sekolah jadi sasaran penjahat. Perhiasannya (anting) diambil," ujarnya.
Selain alasan keamanan, ia pun kerap mengantar Nadifa agar dapat mengetahui perkembangan putrinya dan kondisi di sekolah.
Orangtua murid lainnya yang disapa Anies ialah Komisaris Sri Widodo, polisi yang tengah bertugas di area CFD.
Namun ia mengaku tidak bisa setiap hari mengantarkan anaknya ke sekolah.
Oleh karena itu, tugas tersebut ia alihkan kepada istrinya.
"Istri saja yang ngantar. Tapi, itu pun sesekali, karena anak saya kan udah kelas 2 SMA. Dia juga enggak mau terus-terusan diantar," ujarnya.
Widodo juga mengaku selama ini bersama istri tidak menyadari betapa penting mengantar anak ke sekolah.
Ia hanya sesekali mengantar sampai pintu gerbang.
Meski demikian, mereka tetap mengenal wali kelas anaknya saat pertemuan, termasuk ketika mengambil rapor.
Menurut Anies, mengantar anak ke sekolah merupakan kesempatan untuk membuka komunikasi antara orangtua murid dan sekolah, sehingga diharapkan bisa mendorong perkembangan positif anak dan mengurangi potensi penyimpangan.
"Jadi potensi anak tersalurkan. Di sisi lain, kalau ada masalah di sekolah dan keluarga, bisa ditangani lebih cepat, karena komunikasi yang baik. Yang terjadi selama ini, orangtua dan guru tidak berinteraksi, bahkan kalau ada masalah penyelesaiannya sendiri-sendiri.Lalu muncul konflik, tuntutan ke polisi, dan lain-lain," papar Anies.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved