Berharap Air malah Dapat Lumpur

Kisar Rajagukguk/J-4
24/7/2015 00:00
Berharap Air malah Dapat Lumpur
(ANTARA/NYOMAN BUDHIANA)
Niat Sapril, pemilik Rumah Makan AW Sarumpun yang terletak di Jalan Suhaimi RT 001/RW 03 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, mengupah orang untuk mengebor sumur di depan rumah makannya untuk mendapat air bersih tak membuahkan hasil.

Alih-alih muncul air, semburan lumpur berbau gas membuncah saat pekerja mengebor sumur di kedalaman 30 meter.

Tiga karyawan rumah makan itu: Rema, Santi, dan Ayu yang sempat menghirup gas di galian itu pingsan dan terpaksa dilarikan ke RSUD Depok untuk mendapat perawatan.

Kapolsek Sawangan Komisaris Saderi menjelaskan, semburan lumpur dari galian sumur itu terjadi pukul 13.00 kemarin.

Saat kedalaman sumur mencapai 30 meter, dua tukang pulang ke rumah untuk beristirahat.

"Setelah 30 menit, pipa yang digali mengeluarkan air lumpur berbau belerang," tuturnya.

Lumpur panas itu masih terus keluar dengan tinggi semburan mencapai 4 hingga 5 meter.

Staf ahli Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok Saryo Sabani mengatakan semburan lumpur panas itu sangat meresahkan warga sekitar.

"Kami khawatir semburan lumpur ini sama persis semburan lumpur Lapindo," kata Saryo.

Ia menerangkan, semburan lumpur itu sudah luber dari titik semburan ke arah permukiman warga yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi. Tumpukan lumpur sudah mencapai dua hingga empat meter.

Untuk itu BLH Kota Depok menambah satu pipa sepanjang 7,5 meter dengan diameter 15 cm ke dalam sumur pompa untuk mencegah masyarakat sekitar keracunan gas.

Pihaknya juga sudah mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium.

"Pemerintah daerah akan mengirim surat ke Badan Geologi di Bandung. Nanti ahli geologi yang akan melakukan penelitian," jelasnya.

Lurah Bedahan Deden Kosasih meminta warga agar berhati-hati dalam membuat sumur bor, terlebih sampai kedalaman 30 meter.

Selain itu, ia meminta warga membuat izin untuk menggali sumur bor kepada pengurus RT/RW.

"Harus belajar dari pengalaman ini, jangan sampai terulang lagi," kata Deden.

Deden melanjutkan, jika semburan berhenti, sumur tersebut akan ditutup.

"Tapi jika tidak, kami minta dinas terkait agar mengambil langkah penanggulangan serius. Jangan sampai jatuh korban lagi," kata Deden.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya