Markas Polsek Megamendung Diancam Teror

Dede Susianti
15/7/2016 21:39
Markas Polsek Megamendung Diancam Teror
(Istimewa)

ANCAMAN teror berupa serangan senjata api (senpi) menerpa Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Megamendung, Kepolisian Resor (Polres) Bogor, Jawa Barat. Ancaman itu diterima pihak terkait pada Kamis (14/7).

Kebenaran adanya informasi ancaman teror itu diakui Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Suyudi Ario Seto. Dia menyebutkan ancaman itu beredar melalui pesan yang berasal dari jejaring WhatsApp dan media sosial lain.

"Ada informasi apa pun semuanya akan tetap kita tidaklanjuti," kata Suyudi.

Karena itu, sejak munculnya informasi ancaman itu, dilakukan peningkatan pengamanan di sekitar Polsek Megamendung. Hingga kini pun masih dilakukan pengamanan. Penempatan atau pengerahan personel dilakukan di lokasi yang disasar ancaman itu.

Terkait teror itu atau teror serupa, diakui Suyudi, bukan yang pertama kali. Dia mengatakan, pihaknya tidak mau menganggap remeh informasi yang ada sekecil apa pun. Bahkan sebagai tindak lanjutan, pihaknya akan melakukan operasi terhadap kos-kosan, kontrakan yang banyak berdiri di wilayah hukum Megamendung.

"Kami akan dalami ancaman ini. Tentunya bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti TNI. Masyarakat pun akan kami libatkan. Kami tidak ingin underestimate terhadap sebuah informasi atau ancaman," kata Suyudi.

Dari informasi yang dihimpun Media Indonesia dari berbagai sumber, termasuk laporan singkat (lapsit) yang disebar di grup WhatsApp media dan humas Polda Jabar, ancaman itu terpantau dari hasil penyadapan yang dilakukan pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Kamis (14/7).

Hasilnya, akan adanya aksi teror (amaliyah) dengan menggunakan senpi oleh pelaku teroris (pengantin) dengan sasaran Polsek Megamendung, Bogor.

Dari hasil penyadapan itu juga diketahui identitas pelakunya yakni Ian aluas Aidin. Pengantin ini diidentifikasi warga atau asal Kuningan.

Masih dari hasil penyadapan, orang itu (Ian) tengah melakukan pemesanan senpi dari oknum anggota Polsek Parung.

Adapun hasil rekaman via WA adalah "Insya Allah ana sudah merencanakan Amaliyah ke Polsek MEGAMENDUNG karena ana sudah pelajari. Karena apabila diserang akan mudah dan kabur Nya, ana masih nunggu senjata dari Polsek Parung". (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya