Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA orangtua dari anak yang melakukan vaksin di Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda, Jakarta Timur, menuntut agar pihak rumah sakit bertanggung jawab terhadap anak mereka yang melakukan vaksin sejak 2003. Mereka menolak keputusan RS Harapan Bunda yang bertanggung jawab hanya pada periode Maret hingga Juni 2016.
Para orangtua menilai, beberapa anak yang melakukan vaksin di luar periode itu mengalami dampak yang ditimbulkan.
Risda, salah satu orangtua yang pernah melakukan vaksinasi untuk anaknya di RS itu, mengaku, anaknya terakhir melakukan vaksin pada Oktober 2015. Saat itu, anaknya berusia 18 bulan. Setelah beberapa hari divaskin, anaknya mengalami diare hingga akhirnya mengalami mengalami keterlambatan bicara.
"Anak saya sehat sebelumnya, saat dilakukan terlahir vaksin PCV (pneumococcal conjugate vaccine) itu beberapa hari dia diare dan enggak bisa ngomong, padahal sebelumnya lancar saja (ngomongnya),"
Saat ini, anaknya yang berusia 2 tahun 10 bulan mengalami keterlambatan berbicara. Dia sempat memeriksa keadaan anak tersebut ke RS lainnya.
"Saya sempat periksa ke RS Cipto (Mangunkusumo), semua organ tubuhnya normal. Lalu saya ke dokter Indra itu, katanya anak saya harus dioperasi, tapi jangan di RS Harapan Bunda katanya, di RS lain. Katanya RS Harapan Bunda enggak bagus. Ini kan aneh, itu dokter kenapa rekomendasikan ke RS lain," ujar Risda.
Kini, Risda meminta RS Harapan Bunda agar bertanggung jawab atas efek yang terjadi pada anaknya. Apalagi, kata Risda, RS Harapan Bunda hanya bertanggung jawab pada periode Maret hingga Juni 2016.
Sementara itu, Ketua Komite Medis RS Harapan Bunda, Seto Hanggoro mengatakan, vaksin palsu yang tersalur ke pasien itu jenis Pediacel. Vaksin itu dicampur dengan cairan infus dan dipastikan tidak ada efek samping yang ditimbulkan.
"Tidak ada efek sampingnya. Lebih bagus divaksin ulang. Alasannya untuk meningkatkan kekebalannya lagi," ujar Seto.
Ia pun menegaskan, vaksin yang diberikan di luar periode Maret hingga Juni 2016 dipastikan keasliannya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved