"BOKAIN pagarnya, Bunda! Ayah bukain, aku pulang," teriak seorang anak perempuan sambil menggedor pagar sebuah rumah di Jalan Batu Ampar Jambrut V RT 005/05 Nomor 21, Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin pukul 06.00 WIB. Pagi itu, pasangan Ridwan Ermawan, 30, dan Siti Ermawati, 27, masih di kamar tidur termenung memikirkan anak mereka, Sintya Ermawan, 6, yang diculik sejak Sabtu (18/7).
Begitu mendengar teriakan anak perempuan mirip suara Sintya, pasangan suami istri itu pun langsung lompat dari tempat tidur dan membuka pintu pagar. Siti langsung memeluk putri sulungnya itu sambil terisak. Sintya pulang diantar sopir taksi, Sairin Triansyah. "Kangen, Bunda," ujar Sintya sambil menangis di pelukan ibunya.
Siti tak kuasa menahan tangis. Ia bersyukur sang anak yang rencananya mulai masuk sekolah TK pada Senin (27/7) itu kembali dengan selamat. Ia juga berterima kasih kepada sopir taksi yang mengantar anaknya. Setelah suasana agak tenang, barulah Sintya menuturkan pengalamannya selama diculik.
Ia mengaku tinggal bersama pria yang menculiknya di sebuah rumah kontrakan. Selama di rumah itu, Sintya hanya tidur dan menonton televisi. "Rumahnya kecil, cuma sama si om (pelaku) gak boleh keluar. Di sana cuma tidur, nonton TV," cerita Tya, panggilan akrabnya. Ia mengaku tidak mendapat kekerasan, tapi cuma makan satu kali.
"Omnya gak marahin aku kok. Cuma makan mi sama nasi doang satu kali. Mandi juga cuma sekali," tambahnya. Selain itu, ia bermain dengan Lena, pelajar SMA yang tidak lain adik perempuan si penculik. Tya mengaku selalu merengek minta pulang. "Aku kangen bunda, aku minta om antar pulang," ujar Tya.
Tya pun bercerita, saat dibawa dari PGC Kramat Jati, ia naik angkot M-19 jurusan Cililitan-Kranji, lalu disambung naik bus dan taksi. Tya dan si penculik baru tiba di rumah kontrakan keesokan paginya. Menurut Tya, sejak Senin (20/7) pukul 20.00 ia keluar dari rumah si penculik menuju tempat Lena dengan taksi.
Setelah itu naik bus lagi nyambung-nyambung sampai lima kali, barulah sampai di Giant Bekasi Barat pada keesokan harinya pukul 05.30. "Baru dari situ si penculik menitipkan ke sopir taksi," kata Ridwan, sang ayah. Menurut Tya, tambah Ridwan, putrinya diantar langsung oleh si penculik yang menitipkannya ke sopir taksi untuk diantar ke PGC Jakarta Timur. Polres Jakarta Timur pun memberikan penghargaan kepada sopir taksi atas jasanya membantu polisi mengembalikan Tya ke keluarganya.