Ahok Tuding Waduk Pluit Disabotase Agar Pintu Air Manggarai Ditutup

Intan Fauzi
14/7/2016 10:54
Ahok Tuding Waduk Pluit Disabotase Agar Pintu Air Manggarai Ditutup
(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku kesal karena setiap tahun selalu ada berbagai alasan teknis supaya aliran air ke Waduk Pluit ditutup. Kali ini, empat pompa di aliran tengah Waduk Pluit tidak berfungsi.

Ahok menjelaskan, sekarang Indonesia mengalami fenomena cuaca La Nina sehingga hujan masih akan mengguyur Jakarta. Untuk itu, Waduk Pluit memiliki peran penting untuk mengendalikan banjir di Jakarta.

"Ini kan mulai hujan lagi nih. Terus tiba-tiba gertak kita lagi nih, listriknya mati empat (pompa), masih ada enam. Enggak ada risiko, kalau enam mati tiga gimana? Apalagi aliran air Ciliwung lama saya buka terus," jelas Ahok di Balai Kota, Kamis (14/7).

Ahok menduga petugas Waduk Pluit sengaja beralasan agar aliran air Ciliwung lama di Pintu Air Manggarai ditutup. Dari prosedur tetap (protap) zaman Belanda, Pintu Air Manggarai kerap ditutup untuk menghindari banjir di area Istana Negara.

Tapi, Ahok sudah mengubah protap tersebut. Sejak 2014, ia mengintruksikan agar Pintu Air Manggarai dibuka terus. Dengan demikian, air mengalir ke Waduk Pluit. Sebab Waduk Pluit mampu menanggulangi banjir di hampir seluruh area di Jakarta.

Ahok mengatakan, jika Pintu Air Manggarai ditutup, air mengalir ke Kanal Banjir Barat.

"Makanya saya jadi suudzon. Mereka kan selalu ngotot ini Ciliwung lama ditutup di Manggarai. Kalau semua ditutup, air lari ke Kanal Banjir Barat," jelas Ahok.

Dampak terburuk, musibah banjir bisa melanda wilayah Jakarta Barat. Ahok menerangkan, hal itu mungkin terjadi bila air di Kanal Banjir Barat terlalu tinggi.

"Kanal Banjir Barat kalau terlalu tinggi, Kali Angke enggak mau turun. Air laut lagi pasang, air kiriman dari Bogor datang, Kali Angke enggak mau turun, hujan gede di barat, tenggelam barat," papar Ahok.

Ahok mengatakan petugas baru membuka Pintu Air Manggarai jika sudah Siaga 1. Padahal petugas tidak perlu khawatir jika air lari ke Waduk Pluit.

"Ini bebannya ke Pluit. Enggak apa-apa kan ada 10 pompa saya bilang, santai saja, kirim saja ke Waduk Pluit," ujarnya.

Ternyata, kata Ahok, petugas Waduk Pluit kembali beralasan. Ahok pun menyindir ulah mereka.

"Kalau tutup Waduk Pluit, sama lagi mau nenggelamin barat. Ini namanya sabotase halus ngomongnya gitu loh," ungkap Ahok. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya