Puskesmas Calon Pengantin

Dede Susianti
14/7/2016 09:30
Puskesmas Calon Pengantin
(kotobogor.go.id)

PUSAT Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, memiliki layanan khusus konsultasi kesehatan dan gizi bagi pasangan calon pengantin yang ingin menikah dan sudah mulai banyak diakses sejak 2015.

"Saya namai program ini Nyaah Ka Murangkalih. Dalam bahasa Indonesia artinya sayang anak," kata Kepala Puskesmas Tanah Sareal Sari Chandrawati, kemarin.

Untuk mengetahui kesehatan calon pengantin, dokter di puskesmas akan melayani pemeriksaan reproduksi, gigi, dan VCT HIV/AIDS. Untuk konsultasi gizi, calon pengantin diberi pembekalan pemahaman tentang gizi.

"Saya berharap dalam pertemuan Nyaah Ka Murangkalih yang singkat itu bisa menggugah kesadaran calon pengantin untuk mulai memahami kesehatan. Tujuannya kan untuk mereka dan anak-anak mereka juga," ujar Sari.

Lebih rinci lagi Sari yang juga seorang dokter menjelaskan, kepada para calon pengantin, petugas konsultan gizi akan memberikan pemahaman mengenai wanita usia subur (WUS), yakni wanita yang organ reproduksinya berfungsi dengan baik di usia 20 sampai 45 tahun.

Di situ, para calon akan diberi pengetahuan soal puncak kesuburan wanita yang ada di rentang usia 20-29 tahun. "Di masa itulah wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Nah, banyak pasangan yang masih belum tahu soal ini," katanya.

Kesempatan wanita untuk hamil peluangnya menurun pada usia 30-an, persentasenya hanya 90%. Peluang semakin menurun jika usia sudah mencapai 40-an. Kesempatannya menjadi 40%. Setelah usia di atas 40 tahun, perempuan hanya punya kesempatan maksimal 10%.

"Untuk gizi, selalu saya tanamkan kepada mereka bahwa bicara gizi adalah untuk seumur hidup, mulai usia 0 tahun sampai lanjut usia. Jadi, bukan bicara balita," kata Sari.

Kedua petugas gizi itu, sambungnya, akan memberikan pemahaman tentang zat gizi untuk wanita yang kebutuhannya berbeda-beda menurut tingkat usianya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi wanita usia subur ialah mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Mereka juga diminta menghindari makanan berlemak serta makanan cepat saji.

Layanan itu tidak serta-merta hadir. Itu mulai berjalan pada pertengahan 2015. Sejak saat itu hingga kini, yang mengakses layanan itu sudah lebih dari 60 pasangan calon pengantin. (J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya