Ahok Duga Faktor Kesengajaan Empat Pompa Waduk Pluit Mati

Putri Anisa Yuliani
13/7/2016 20:25
Ahok Duga Faktor Kesengajaan Empat Pompa Waduk Pluit Mati
(ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

EMPAT dari total 10 pompa di Waduk Pluit, Jakarta Utara, tidak berfungsi. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan sudah mendapat laporan bahwa empat pompa tersebut tidak berfungsi karena listrik tidak tersambung ke salah satu trafo yang menyebabkan pompa mati.

Dalam sistem penanganan banjir di DKI, semua air dari alirah tengah yakni Kali Ciliwung akan dialirkan ke Waduk Pluit untuk ditampung sebelum dipompa ke laut. Matinya pompa Waduk Pluit, menurut Ahok. bisa berakibat fatal jika wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor dilanda hujan deras dalam waktu lama.

"Jakarta bisa tenggelam kalau kayak gini. Kita semua air dibuang ke Waduk Pluit supaya beban Kanal Banjir Barat nggak besar," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (13/7).

Ahok pun menegaskan sedang menyelidiki hal ini. Ia menduga hal ini merupakan kesengajaan yang dilakukan oleh salah satu pihak swasta yang masih memegang pengelolaan pompa Waduk Pluit.

"Jadi ada beberapa pompa yang memang masih dikelola swasta yang dulu bangun juga. Saya nggak tahu ini, dia nggak dapat proyek lagi atau gimana," terangnya.

Di Waduk Pluit ada tiga rumah pompa dengan total 10 pompa. Rumah pompa sebelah barat terdiri atas empat pompa mampu memompa 61 juta meter kubik air dalam satu jam. Rumah pompa bagian tengah bisa memompa air sebanyak 54 juta meter kubik pe rjam dan rumah pompa sebelah timur mampu memompa air sebanyak 64 juta meter kubik air per jam. (Put/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya