Simpang Susun Semanggi Dituding tidak akan Atasi Macet, Ini Jawaban Ahok

Intan Fauzi
13/7/2016 11:32
Simpang Susun Semanggi Dituding tidak akan Atasi Macet, Ini Jawaban Ahok
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

SEKRETARIAT Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga (Seknas JOKOWI) mengkritisi pembangunan Simpang Susun Semanggi yang mereka sebut tidak akan mengatasi kemacetan Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengabaikan kritikan itu.

Ahok menjelaskan, kemacetan sudah pasti akan terjadi beberapa tahun setelah Simpang Susun Semanggi dibuat. Apalagi untuk membuat Simpang Susun Semanggi memang diperlukan penyempitan jalur (bottleneck). Dengan demikian akan ada perlambatan arus lalu lintas.

"Semua orang juga tahu kalau jalan enam jalur diubah jadi empat jalur dia jadi bottleneck," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (13/7).

Ahok mengomentari tanggapan Seknas Jokowi yang menyebut Simpang Susun Semanggi akan macet setelah dua tahun pembangunannya dengan adanya pertambahan mobil. Ahok bilang, dengan bertambahnya mobil, semua jalan pun pasti macet.

"Jadi kalau cuma ngomong gitu, kita semua tahu kok. Kamu bangun 100 jalan setelah 10 tahun juga penuh," ungkap Ahok.

Ahok mengatakan, setiap desain lalu lintas sudah ada perhitungan baik dan buruknya. Seperti di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, dari Monumen Nasional ke Bundaran Hotel Indonesia jalur menyempit. Ahok ingin membuat jalur tersebut memliki lebar yang konsisten.

"Misalnya Sarinah, dari Monas sampai jalan HI, itu kan lebar banget tuh, masuk HI kan jadi macet. makanya kita pilih trotoarnya dilebarin supaya dia konsisten, empat jalur ya empat jalur terus," pungkas Ahok. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya