Kasus Kekerasan Banyak tidak Berakhir di Pengadilan

(Nic/J-4)
13/7/2016 03:40
Kasus Kekerasan Banyak tidak Berakhir di Pengadilan
(ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA)

SEJUMLAH yayasan penyalur tenaga asisten rumah tangga (ART) baik pembantu rumah tangga maupun pengasuh anak, mengakui adanya peningkatan jumlah tenaga yang mereka terima pasca-lebaran. Momentum Lebaran biasanya dimanfaatkan banyak pendatang dari luar daerah untuk mengadu nasib di Ibu Kota. Menjadi tenaga ART adalah salah satu pilihan utama lantaran keterbatasan keahlian profesional.

Di Yayasan Agung Bina Karya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, misalnya. Setiap habis Lebaran, yayasan yang baru berumur tiga tahun ini mengaku bisa menerima suplai 15 orang tenaga per hari. “Dalam sebulan jumlahnya pasti menyusut karena sudah disalurkan pada keluarga yang membutuhkan. Sejauh ini semua ketampung,” ujar pengelola Yayasan Agung Bina Karya, Sulastri. Sayangnya, di yayasan ini tidak memberikan pelatihan dan pembinaan. Mereka memilih menggunakan jasa pengasuh besertifi kat. Hal serupa juga dikatakan Eka Ricardo, pengelola Yayasan Siska Bina Lestari di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Di yayasan yang telah berdiri sejak tahun 1990-an itu juga tidak ada pelatihan dan pembinaan. Menurut Ricardo, tenaga yang mereka rekrut ialah tenaga besertifi kat yang tidak memerlukan pelatihan.

Selama ini, Eka mengakui ada beberapa laporan dari para pengguna jasa tentang tenaga pengasuh yang ia salurkan. “Ada pengasuh yang lalai sampai anaknya terluka. Ada juga pengasuh yang kasar, tapi oleh pengguna jasa tidak dilaporkan ke polisi. Jika ada pengaduan untuk kasus yang parah, akan diganti tenaga lain,” jelasnya. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan selama ini kasus kekerasan yang dilakukan pengasuh memang banyak yang tidak berakhir pengadilan. Banyak orangtua yang lebih memilih memecat daripada repot-repot melapor. “Kalau dipecat, dia bisa hari kerja lagi di tempat lain. Jadi tidak memberikan efek jera. Kalau diberi hukuman pidana tentu bisa menimbulkan ketakutan dan menekan angka kekerasan,” kata Erlinda. (Nic/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya