Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA orangtua diingatkan untuk selektif dalam memilih calon pengasuh bagi anakanak mereka. Hal itu penting untuk menghindari terjadinya kasus kekerasan terhadap anak oleh pengasuh. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan arus urbanisasi menuju Ibu Kota pasca-Lebaran kerap dibarengi tingginya kebutuhan akan asisten rumah tangga, termasuk pengasuh. Namun sayangnya, tidak semua memiliki keterampilan yang dibutuhkan. “Jika kurang selektif merekrut tenaga pengasuh, akan berpotensi menimbulkan kekerasan, human traficking, penculikan, dan kejahatan terhadap anak,” ujarnya.
Pada 2015 KPAI mencatat sebanyak 2.898 laporan kasus kekerasan anak terjadi di wilayah Jabodetabek. Sebanyak 62% di antaranya terjadi di lingkungan yang dekat dengan anak, yakni keluarga dan sekolah. “Di lingkungan keluarga bisa dilakukan orangtua, kakek, nenek, dan pengasuh,” tuturnya.
Ia mencontohkan kasus kekerasan pada anak oleh pengasuh di Jakarta Barat yang terjadi pada Mei lalu. Mutiah, 23, seorang pengasuh asal Lampung Tengah, kedapatan melakukan tindak kekerasan terhadap balita berusia 11 bulan yang diasuhnya. Tindakan yang ketahuan melalui rekaman kamera pengintai itu kemudian menjadi viral di lini massa. Faktanya, lanjut Susanto, sebagian besar pendatang ke Jakarta tidak memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian yang baik. Di saat yang sama, masyarakat menengah ke atas di Ibu Kota memiliki kebutuhan akan jasa pengasuh anak lantaran mereka bekerja.
Hal itu memicu banyak pendatang yang memilih bidang pekerjaan tersebut meski tanpa keahlian khusus. Komisioner KPAI di bidang pengasuhan, Erlinda, mengatakan kasus kekerasan terhadap anak oleh pengasuh meliputi kekerasan psikis dan fisik. Pada kasus kekerasan psikis, para pengasuh kerap membentak dan berkata kasar kepada anak secara berlebihan. Untuk kasus kekerasan fisik didominasi pemukulan. “Dari kasus-kasus yang kami temui, banyak pengasuh yang tidak paham kalau yang mereka lakukan itu salah, karena memang mereka bukan dari kalangan yang berpendidikan tinggi,” jelas Erlinda.
Karena itu, orangtua harus aktif melakukan pengawasan terhadap kinerja pengasuh, baik diwakili anggota keluarga lainnya maupun dengan bantuan alat seperti kamera pengintai. Itu karena belum semua agen penyalur tenaga pengasuh di Ibu Kota telah menyertakan pelatihan dan pembekalan mengenai pola pengasuhan anak.
Wajib pelatihan
Saat ini, KPAI dan Kementerian Ketenagakerjaan sedang mengupayakan agar setiap agen penyalur diwajibkan memberikan pelatihan terlebih dulu. Ke depannya, diharapkan pekerjaan sebagai pengasuh diiringi kewajiban sertifikasi tenaga kerja sehingga keahliannya terjamin. Winda Triani, 29, ialah salah satu ibu yang membutuhkan jasa pengasuh anak. Kejujuran menjadi syarat utama bagi pengasuh yang ia cari. Ia malah lebih memilih tenaga pengasuh yang belum banyak
pengalaman. “Yang penting mau belajar. Kalau dia belum banyak pengalaman, malah saya lebih mudah menyesuaikan dengan pola asuh saya. Yang penting sebelum dikontrak, saya harus ketemu dan ngobrol dulu. Supaya tahu orangnya seperti apa,” kata Winda. (J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved